Museum Sangiran menjadi destinasi wisata primadona bagi wisatawan selama momentum libur Idulfitri 2026

SRAGEN, solotrust.com – Tren positif geliat pariwisata ditunjukkan Kabupaten Sragen selama momentum libur Idulfitri 2026. Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) setempat mencatat adanya kenaikan jumlah kunjungan wisatawan cukup signifikan dibanding tahun sebelumnya, yakni mencapai 37 persen. Destinasi wisata warisan dunia, Museum Sangiran masih menjadi primadona bagi wisatawan. 

Dari data yang dihimpun, perbandingan kunjungan wisata libur Lebaran periode 4–11 April 2025 dan 22–29 Maret 2026, terlihat adanya tren pertumbuhan positif. Kepala Disparpora Sragen, Yusep Wahyudi, mengungkapkan data sampai evaluasi Minggu malam, total kunjungan wisatawan ke objek wisata dikelola pemerintah maupun desa wisata telah menembus angka 45.668 orang.

"Hingga data terakhir masuk, ada 10.983 orang berkunjung ke objek wisata kelolaan pemkab (pemerintah kabupaten), termasuk 123 turis mancanegara. Sementara itu, desa wisata justru menyumbang angka lebih besar, yakni 23.702 pengunjung lokal," jabar Yusep Wahyudi, Senin (30/03/2026).

Objek wisata Museum Sangiran masih menjadi destinasi paling diminati dengan jumlah kunjungan mencapai lebih dari 5.000 orang dalam sepekan terakhir. Disusul Wisata Gunung Kemukus dengan 2.000 lebih pengunjung, kemudian ada Pemandian Air Panas Bayanan, dan kolam renang Kartika.

Yusep Wahyudi menambahkan, salah satu faktor kunci yang mendongkrak kunjungan tahun ini adalah inovasi strategi promosi dilakukan secara masif melalui media sosial dan program interaktif.

Terobosan paling mencuri perhatian wisatawan tahun ini adalah peluncuran Passport Javamen Challenge. Program ini memberikan pengalaman baru bagi pengunjung dengan memberikan tantangan (challenge) di tiga titik utama, Sangiran, Pasar Bahulak, dan SIKK.

"Menjadi surprise bagi kami, cetakan pertama sebanyak seribu Passport Javamen Challenge langsung ludes. Stempel tantangan menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan yang didominasi gen z. Kami akan cetak lagi dengan desain lebih detail dan bekerja sama dengan pihak hotel agar wisatawan bisa long stay atau menginap minimal dua hari di Sragen," tukas Yusep Wahyudi. (wah)