Jumat , 24 November 2017

Fakta-fakta Kasus Situs Nikah Siri dan Lelang Keperawanan

24 September 2017


(Ilustrasi/Twitter)

BEKASI, Solotrust.com - Sebuah situs yang menawarkan nikah siri dan lelang keperawanan menggemparkan masyarakat. Selain diblokir, pemilik situs yang bikin berang beberapa pihak tersebut kini ditangkap polisi. Begini fakta-fakta mengejutkan tentang situs tersebut.
 
Dari informasi yang beredar viral di media sosial, situs internet www.nikahsirri.com ini menawarkan paket pernikahan siri secara online. kepada kliennya, situ ini menawarkan ke pria maupun wanita yang ingin mencari pasangan secara mudah dan penuh kepastian.
 
Sebelum diblokir, di situs itu terdapat tampilan seorang perempuan cantik nan aduhai serta tulisan taga line Nikah Sirri, Mengubah Zina Menjadi Ibadah.
 
Bahkan sang calon yang hendak menikah siri bisa melihat dan mencari pasangannya untuk dinikahi. Hal itu diungkapkan pemilik situs, Aris Wahyudi.
 
"Pada prinsipnya di dunia ini seperti lelang. Pria yang tampan akan dipilih oleh wanita untuk dijadikan suami," tutur Aris  di rumahnya, Perumahan Angkatan TNI AU Angkasa Puri, Jatiasih, Kota Bekasi, Sabtu (23/9/2017) kemarin.
 
Aris juga menganggap, program nikah siri yang digagasnya itu sangat berbeda dengan pelacuran. Sistem pelacuran, kata dia, nilai uang yang diberikan ditentukan oleh mucikari dan perempuan yang dipilih dipaksa harus melayani.
 
"Kalau ini terserah antara kedua belah pihak. Kalau pihak yang dipilih menolak, justru nanti rating (peringkat) mereka di situs akan turun," ujar Aris.
 
Aris mengaku, pihaknya hanya menjadi fasilitator bagi pria maupun wanita yang ingin mencari pasangan. Ada dua kategori bagi pengguna akun ini, yaitu mitra (pihak yang akan dipilih) dan klien (pihak yang akan memilih pasangan).
 
Kategori mitra tidak selalu melekat pada kaum perempuan, tapi bisa juga laki-laki yang ingin mencari pasangan.
 
Koin Mahar
Setiap klien diwajibkan minimal membeli satu koin mahar seharga Rp 100.000 lewat transfer rekening bank milik Aris.
Klien lalu menyerahkan bukti pembayaran lewat aplikasi WhatsApp ke nomor ponsel Aris.
Secara otomatis, klien akan memperoleh akun dan kata kunci untuk masuk ke situs tersebut. Koin mahar berlaku seumur hidup dan dapat diwariskan serta diperjualbelikan.
 
Untung 20 persen
Aris mengambil keuntungan dalam bisnis nikah siri ini. Pengelola akun menurut Aris, berhak memperoleh sekitar 10 sampai 20 persen dari nilai mahar yang diberikan klien kepada mitra (peserta nikah siri), karena telah mendirikan akun itu.
 
"Kalau klien memberikan koin mahar sebanyak 500 (setara Rp 5 juta) ke mitra, kami akan mengambil 20 persen dari nilai mahar. Sementara sisanya 80 persen diserahkan ke pihak mitra," kata Aris.
 
Dia meyakini, potongan biaya sebesar 20 persen itu tidak akan memberatkan pihak mitra yang berstatus sebagai peserta lelang.
 
Menurut dia, potongan 20 persen dari tiap mahar para mitra akan digunakan untuk biaya operasional admin.
"Sebetulnya kita belum menetapkan besaran biaya, tapi kira-kira 10 sampai 20 persen," ujar Aris. 
 
Diblokir
 
Keberadaan situs tersebut membuat sejumlah pihak berang, termasuk Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) yang melalui Direktorat Jenderal Aplikasi dan Informatika telah memblokir situs tersebut. 
 
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Humas Kementerian Kominfo Noor Iza mengatakan bahwa pihaknya telah melayangkan surat kepada para penyedia layanan internet (ISP) untuk memblokir situs tersebut.
Lebih lanjut Noor juga menyampaikan, melalui akun twitter resmi, Kementerian Kominfo telah menginformasikan pemblokiran situs tersebut kepada khalayak netizen.
 
"Sejenak sampaikan keresahan masyarakat yang terjadi atas munculnya situs nikahsirri.com. Tim internal Ditjen Aptika telah melakukan pendalaman sehingga pada pukul 16.00 WIB nikahsirri.com diputuskan diblokir," demikian kicauan Kementerian Komunikasi dan Informatika dalam akun resmi twitter @kemkominfo Sabtu, 23 September 2017.
 
Ditangkap
Tak lama setelah itu, Aris ditangkap.  
 
"Saat ini masih menjalani pemeriksaan intensif," kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Adi Deriyan di Jakarta, Minggu di Kebon Jeruk Timur, Cipinang Besar Utara, Jatinegara Jakarta Timur, pada Minggu pukul 02.30 WIB dini hari tadi.
 
Dari tangan AW, polisi menyita barang bukti berupa komputer jinjing, empat topi warna hitam bertuliskan "Partai Ponsel", dua kaos warna hitam bertuliskan "Virgins Wanted" dan satu spanduk bertuliskan "Deklarasi Partai Ponsel Brutally Honest Political".
 
Polisi akan menjerat dia menggunakan Pasal 4, Pasal 29 dan Pasal 30 Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dan Pasal 27, Pasal 45, Pasal 52 ayat (1) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).
 
Videonya Beredar
Sebuah video amatir seputar kronologi penangkapan pemilik situs www.nikahsirri.com, Aris Wahyudi (49) oleh tim kepolisian, Minggu dini hari, beredar di tengah masyarakat Bekasi.
 
Video berdurasi 59 detik itu memperlihatkan proses penangkapan Aris oleh sejumlah petugas berpakaian bebas yang datang ke rumah kontrakan Aris di Jalan Manggis Blok A/19 RT01 RW10.
 
Petugas datang ke lokasi dengan mengendarai tiga unit mobil operasional mendatangi rumah kontrakan Aris untuk menujukan surat penangkapan atas beroperasionalnya situs www.nikahsirri.com.
 
Setelah berdialog selama beberapa menit, petugas langsung menggelandang Aris yang berpakaian kaos putih dan celana panjang hitam bersama istri dan balitanya menuju Mapolda Metro Jaya dengan disaksikan sejumlah perwakilan warga dari pengurus RT dan RW setempat.
 
Dikatakan Catur, Aris meninggalkan dua anaknya bersama seorang pembantu rumah tangga pascapenangkapan itu.
 
"Yang dibawa hanya Aris, istri dan balitanya karena masih menyusui. Sedangkan anaknya ada di rumah sama pembantu. Kita sudah berupaya hubungi keluarga, tapi pembantu tidak tahu nomor teleponnya karena baru sepekan bekerja di kontrakan Aris," ungkapnya.
 
Pihaknya baru memperoleh informasi bahwa istri Aris memiliki sanak keluarga di Cianjur, Jawa Barat.
 
 "Kita sedang coba hubungi keluarga istrinya di Cianjur supaya dua anaknya di bawa ke rumah keluarga di sana," ujarnya.
 
Catur menambahkan, polisi turut menyita sejumlah barang bukti dari kejadian itu berupa satu perangkat "laptop, printer", buku rekning, ATM, spanduk www.nikahsirri.com dan barang bukti lain.
 
Diusir Warga
Warga Perumahan TNI AU Angkasa Puri, Jatikramat, Jatiasih, Kota Bekasi, geram dengan adanya alamat kantor admin situs www.nikahsirri.com di wilayah mereka.
 
Bahkan warga meminta pencetus situs itu, Aris Wahyudi (49), agar hengkang dari lingkungan mereka.
"Kalau dia tidak mau mengubah alamat kantor itu dari lingkungan ini, yah warga minta dia pindah ke daerah lain," kata Ketua RW setempat, Catur Nur Setiadi (53) pada Sabtu (23/9).
 
Menurut Catur, warga merasa tercoreng dengan adanya pemasangan alamat rumah setempat sebagai kantor situs nikahsirri.com.
 
Sebab situs tersebut menyediakan jasa pernikahan secara siri secara gamblang. Bahkan pemilik akun, Aris Wahyudi menyediakan jasa lelang keperawanan bagi kaum perempuan yang ingin dipinang oleh laki-laki secara siri.
 
Hal inilah yang membuat warga setempat geram dan menolak keras adanya kantor admin tersebut.
"Kami tetap tidak setuju bila ada kantor seperti itu di sini," ujar Catur.
(Ant/Trib/Dtk/Abd)

Baca Juga:

Penarik Becak Tamu Pernikahan Kahiyang Jalani Tes Kesehatan

  • Kontak Informasi SoloTrustcom
  • Redaksi: redaksi@solotrust.com
  • Media Partner: promosi@solotrust.com
  • Iklan: marketing@solotrust.com