Ilustrasi (Foto: Pixabay/Kirill Sobolev)
JAKARTA, solotrust.com - Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafii melakukan kick off Ekspedisi Masjid Indonesia (EMI) untuk memastikan kesiapan 6.859 masjid di Indonesia dalam memberikan layanan bagi pemudik pada Lebaran 1447 H.
“Kita bersyukur hari ini berada dalam acara pelepasan Ekspedisi Masjid Indonesia untuk menyatakan kesiapan masjid di Indonesia melayani para pemudik,” kata Romo Muhammad Syafii dalam acara pelepasan ekspedisi di kantor Kementerian Agama (Kemenag), beberapa waktu lalu, dilansir dari laman resmi Kementerian Agama RI, kemenag.go.id.
Program ini disiapkan untuk memberikan layanan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik. Melalui program tersebut, masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, namun juga sebagai titik layanan bagi pemudik yang membutuhkan tempat singgah selama perjalanan.
“Masjid memang tempat melayani. Kita ingin mengubah wajah masjid yang selama ini terkesan hanya dibuka untuk salat lima waktu. Ya, sudah beberapa tahun terakhir, khususnya tahun ini, masjid memang diprogram sesuai dengan fungsinya memberikan pelayanan kepada masyarakat,” kata Romo Muhammad Syafii.
Kementerian Agama menyiapkan 6.859 masjid, tersebar di berbagai daerah untuk memberikan layanan kepada pemudik. Masjid-masjid tersebut akan menjadi tempat singgah dengan menyediakan berbagai fasilitas dasar bagi masyarakat yang sedang melakukan perjalanan.
“Karena itu, Kementerian Agama telah merumuskan pelayanan terhadap pemudik yang dilakukan oleh masjid-masjid tersebar di Indonesia sebanyak 6.859 masjid,” bilang Romo Muhammad Syafii.
“Layanan yang diberikan itu adalah membuka akses masjid dan musala selama 24 jam, menjaga keamanan masjid dan musala serta area parkir, menyediakan ruang layanan kesehatan, memastikan kebersihan, khususnya di lingkungan toilet dan ketersediaan air bersih,” lanjutnya.
Selain itu, masjid juga menyediakan sejumlah fasilitas tambahan yang dapat dimanfaatkan pemudik selama beristirahat di perjalanan.
“Menyediakan fasilitas pengisian daya baterai untuk HP dan gawai atau alat komunikasi lainnya, menyediakan area atau tempat istirahat layak, menyediakan sarana pusat informasi yang dapat diakses oleh pemudik, serta menyediakan air minum dan atau makanan-makanan kecil,” urai Muhammad Syafii.
Dalam pelaksanaan, Kementerian Agama bekerja sama dengan Radio Elshinta untuk menyampaikan informasi mengenai lokasi masjid layanan dan kondisi perjalanan kepada para pemudik.
“Alhamdulillah, Kementerian Agama tahun ini bekerja sama dengan Radio Elshinta dalam program EMI, Ekspedisi Masjid Indonesia. Insyaa Allah para pemudik akan tepat sasaran dan tepat informasinya tentang yang dibutuhkan selama dalam perjalanan dengan informasi yang akan disiarkan oleh Elshinta,” ucapnya.
Siaran Ekspedisi Masjid Indonesia melalui Radio Elshinta akan berlangsung sejak H-8 hingga H+8 Lebaran, sementara layanan masjid bagi pemudik disiapkan mulai tujuh hari sebelum hingga tujuh hari setelah Lebaran.
