Petugas gabungan dari berbagai unsur di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, menggelar apel bersama di rest area 487 B Tol Trans Jawa, Kamis (11/12/2025)
BOYOLALI, solotrust.com - Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2026 (Nataru), petugas gabungan dari berbagai unsur di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, menggelar apel bersama di rest area 487 B Tol Trans Jawa, Kamis (11/12/2025).
Apel melibatkan personel Polres Boyolali, Dinas Perhubungan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Pemadam Kebakaran (Damkar), PLN, PMI, Jasa Marga, dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Boyolali. Selanjutnya dilakukan pengecekan peralatan penanggulangan kebencanaan hingga alat kesehatan.
Petugas juga memetakan sejumlah titik rawan kemacetan dan kecelakaan, baik di jalur arteri Solo–Semarang maupun pada ruas tol yang melintasi wilayah Boyolali. Pos pengamanan dan pos pelayanan akan ditempatkan di kawasan keramaian, simpang padat, hingga area wisata.
Kasatlantas Polres Boyolali, AKP Tri Affandi, mengatakan petugas akan melakukan pengamanan penuh dalam menghadapi Nataru. Selain di jalur arteri dilintasi pemudik, pengamanan juga dilakukan di jalur tol Trans Jawa, terutama jalur di Boyolali serta tempat wisata.
"Boyolali menjadi jalur perlintasan utama arus kendaraan dari dan menuju Solo-Semarang serta akses menuju Tol Trans Jawa. Semua personel harus siap memberikan pelayanan terbaik untuk menjamin kelancaran dan keamanan masyarakat,” ujarnya.
Diprediksi, peningkatan arus lalu lintas Nataru akan terjadi pada 22 hingga 25 Desember dan puncaknya 31 Desember. Sementara puncak arus balik terjadi pada H+1 dan H+2 Tahun Baru. Sektor rawan macet akan terjadi pada akses tol Boyolali-Kartasura dan sejumlah objek wisata.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Boyolali, Insan Adi Asmoro, memerkirakan jumlah pemudik masuk melalui jalur di Boyolali sebanyak 273 ribu kendaraan. Sementara untuk rentan aman sebanyak 260 ribu hingga 285 ribu.
"Tahun ini akan naik signifikan pada kendaraan roda dua karena biaya transportasi naik. Kendaraan ringan yang melintas 38 ribu, kendaraan sepeda motor 60 ribu, dan kendaraan berat 5.250," urainya. (jaka)
