PMI Sukoharjo salurkan bantuan darurat bagi korban kebakaran rumah di Dukuh Trayon RT 01 RW 03, Desa Klumprit, Kecamatan Mojolaban, Sabtu (19/9/2026).
​SUKOHARJO, solotrust.com— Aksi kemanusiaan ditunjukkan oleh jajaran Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sukoharjo. Di tengah momen peringatan HUT ke-81 PMI, lembaga kemanusiaan ini bergerak cepat menyalurkan bantuan darurat bagi korban kebakaran rumah di Dukuh Trayon RT 01 RW 03, Desa Klumprit, Kecamatan Mojolaban, Sabtu (19/9/2026).
​Penyerahan bantuan dipimpin langsung oleh Ketua PMI Kabupaten Sukoharjo, dr. Kunari Mahanani. Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut, Camat Mojolaban Miftah serta Kepala Desa Klumprit, Hartana.
​"PMI Sukoharjo bantu korban kebakaran sebagai bentuk dukungan kemanusiaan kami untuk masyarakat, bertepatan dengan HUT PMI ke-81," ujar dr. Kunari di lokasi kejadian.
​Bantuan yang diserahkan meliputi paket sembako serta santunan uang tunai. Langkah sigap ini diharapkan dapat membantu meringankan beban keluarga korban—yakni pasangan Sumidi dan Saminem—dalam memenuhi kebutuhan pokok dan melewati masa pemulihan pascamusibah.
​Kronologi Kejadian: BBM Tumpah Sambar Api
​Musibah nahas tersebut terjadi pada Kamis (17/9/2026) malam, sesaat setelah waktu salat Maghrib. Peristiwa bermula ketika Sumidi tengah memindahkan bahan bakar minyak (BBM) dari jerigen ke botol eceran.
​Nahas, cairan BBM tersebut tumpah dan tak lama kemudian menyambar sumber api terdekat. Kobaran api dengan cepat membesar dan melahap seluruh bagian rumah.
​Sang istri, Saminem, yang saat itu sedang mengaji di dalam rumah, dengan sigap menarik suaminya keluar untuk menyelamatkan diri sambil berteriak meminta pertolongan warga sekitar. Warga yang panik kemudian langsung melaporkan insiden tersebut kepada Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP Kabupaten Sukoharjo.
​Padamkan Api, 20 Ribu Liter Air Dikerahkan
​Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Satpol PP Sukoharjo, Margono, menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan darurat pada pukul 18.35 WIB. Personel Regu 02 Damkar Sukoharjo langsung meluncur ke lokasi dan tiba pada pukul 18.48 WIB.
​"Sebanyak tiga unit armada pancar dan satu unit armada supply dikerahkan dengan penggunaan air mencapai 20.000 liter. Proses pemadaman turut dibantu oleh PMK Solo, PMK Karanganyar, TNI, Polri, serta relawan setempat," jelas Margono.
​Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden maut ini. Kendati demikian, pemilik rumah, Sumidi, mengalami luka ringan akibat sambaran api.
​Dampak dari kebakaran ini cukup parah; api menghanguskan area seluas 54 meter persegi dari total bangunan 100 meter persegi, dengan tingkat kerusakan mencapai 99 persen. Total kerugian materiil akibat musibah ini ditaksir menyentuh angka Rp200 juta.​(nas)
