Safety Rangers Goes to School, tim KAI Daop 6 menyambangi para siswa-siswi di SDN 5 Gayam untuk memberikan sosialisasi keselamatan perkeretaapian
SUKOHARJO, solotrust.com – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta terus melangkah aktif dalam menanamkan kesadaran dan budaya keselamatan berkereta api sejak usia dini. Kali ini melalui inovasi program edukasi Safety Rangers Goes to School, tim KAI Daop 6 menyambangi para siswa-siswi di SDN 5 Gayam untuk memberikan sosialisasi keselamatan perkeretaapian.
​Kegiatan berlangsung interaktif ini dirancang khusus untuk memberikan pemahaman mendasar mengenai aturan, bahaya, serta tata cara menjaga keselamatan di sekitar jalur rel maupun saat menggunakan moda transportasi kereta api.
​Tanamkan Kesadaran Keselamatan lewat Pendekatan Seru
​Sejak pagi hari, puluhan siswa SDN 5 Gayam tampak antusias mengikuti rangkaian acara. Tim Safety Rangers KAI Daop 6 menghadirkan materi sosialisasi dikemas secara menarik, komunikatif, dan diselingi simulasi serta kuis interaktif agar mudah dipahami anak-anak.
​Beberapa poin penting ditekankan dalam kegiatan ini, antara lain:
1. Larangan Beraktivitas di Jalur Rel
Mengedukasi siswa mengenai tingginya risiko bahaya bermain, berkumpul, bernyanyi, melempar batu, hingga melintas secara sembarangan di area jalur kereta api.
​2. Prosedur Aman di Perlintasan Sebidang
Membiasakan prinsip utama 'Berhenti, Tengok Kanan Kiri, Aman, Baru Jalan' saat hendak melintasi perlintasan kereta api.

​3. Etika dan Ketertiban Bertransportasi
Mengenalkan aturan dasar dan sopan santun saat berada di area stasiun maupun di dalam gerbong kereta api.
Para siswa tak hanya diajak mendengarkan paparan, namun juga berperan aktif dalam sesi tanya jawab dan simulasi langsung, sehingga nilai-nilai keselamatan dapat tersampaikan dengan efektif.
​4. Menjadikan Siswa sebagai Agen Keselamatan
Pihak manajemen KAI Daop 6 Yogyakarta menyampaikan edukasi bagi pelajar sekolah dasar merupakan bagian dari investasi jangka panjang dalam membangun budaya tertib bertransportasi. Melalui program ini, anak-anak diharapkan tak hanya menjaga diri sendiri, namun juga mampu menjadi agen keselamatan yang turut mengingatkan teman, keluarga, dan lingkungan sekitar.
​Langkah preventif melalui edukasi ke sekolah-sekolah ini dipandang sangat krusial guna menekan angka potensi pelanggaran maupun kecelakaan di area perlintasan sebidang dan sepanjang jalur rel kereta api.
​Melalui komitmen berkelanjutan dari program Safety Rangers Goes to School, KAI Daop 6 optimistis tingkat kepedulian masyarakat, khususnya generasi muda terhadap keselamatan perjalanan kereta api akan terus meningkat. (nas)
