Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi. (Foto: jatengprov.go.id)

SEMARANG, solotrust.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) resmi menetapkan Upah Minimum Provinsi (UMP), Upah Minimum Sektoral Provinsi (UMSP), Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK), serta Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota (UMSK) 2026. Penetapan ini diumumkan langsung Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi di Semarang, Rabu (24/12/2025).

UMP Jawa Tengah 2026 ditetapkan sebesar Rp2.327.386,07, naik Rp158.037,07 atau 7,28 persen dibandingkan UMP 2025 sebesar Rp2.169.349,00. Penetapan UMP dan UMSP tertuang dalam Keputusan Gubernur Nomor 100.3.3.1/504, sedangkan UMK dan UMSK ditetapkan melalui Keputusan Gubernur Nomor 100.3.3.1/505.

Gubernur Ahmad Luthfi menjelaskan, penetapan UMP 2026 dihitung berdasarkan formula pengupahan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2025 tentang Perubahan Kedua atas PP Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan. Perhitungan ini mempertimbangkan inflasi Provinsi Jawa Tengah sebesar 2,65 persen, pertumbuhan ekonomi 5,15 persen, serta nilai alfa 0,90.

“Nilai alfa 0,90 ini tidak ditentukan secara sembarangan, tetapi melalui perhitungan dan parameter yang jelas,” tegas Ahmad Luthfi, dilansir dari laman jatengprov.go.id.

Selain UMP, Pemprov Jateng juga menetapkan UMSP 2026 pada sebelas sektor industri, di antaranya industri tepung terigu, gula pasir, alas kaki, kosmetik, hingga produk farmasi. Besaran UMSP ditetapkan lebih tinggi dari UMP sesuai karakteristik masing-masing sektor.

Terkait UMK 2026, penetapan dilakukan dengan mempertimbangkan inflasi provinsi, pertumbuhan ekonomi kabupaten/kota, serta nilai alfa yang bervariasi di tiap daerah. UMK tertinggi ditetapkan di Kota Semarang sebesar Rp3.701.709, naik 7,15 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Pemprov Jateng juga menetapkan UMSK 2026 pada 33 sektor industri di lima daerah, yakni Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Demak, Cilacap, dan Tegal. Gubernur menegaskan, kebijakan pengupahan merupakan bagian dari program strategis nasional sehingga pemerintah daerah wajib berpedoman pada kebijakan pemerintah pusat. Upah minimum hanya berlaku bagi pekerja dengan masa kerja kurang dari satu tahun.

Sementara bagi pekerja dengan masa kerja satu tahun atau lebih, perusahaan wajib menyusun dan menerapkan struktur serta skala upah dengan mempertimbangkan masa kerja, kompetensi, jabatan, dan kinerja.

“Kebijakan ini mulai berlaku efektif pada 1 Januari 2026. Kami berharap seluruh perusahaan dapat mematuhi ketentuan ini agar dunia usaha tumbuh berkelanjutan,” kata Ahmad Luthfi.

Selain itu, Pemprov Jateng menyiapkan kebijakan pendukung, antara lain pembentukan koperasi buruh, penguatan akses transportasi pekerja, penyediaan daycare di lingkungan perusahaan, serta dukungan program perumahan buruh yang terjangkau.

“Kami berharap kesejahteraan buruh meningkat, wilayah tetap kondusif, dan iklim investasi di Jawa Tengah semakin berkembang,” pungkasnya.

Berikut daftar besaran UMP dan UMK se-Jawa Tengah 2026:

No       Kabupaten/Kota          UMK 2026 (Rp)

1          Kab. Cilacap               2.773.184,00

2          Kab. Banyumas          2.474.598,99

3          Kab. Purbalingga        2.474.721,94

4          Kab. Banjarnegara      2.327.813,08

5          Kab. Kebumen            2.400.000,00

6          Kab. Purworejo           2.401.961,91

7          Kab. Wonosobo          2.455.038,01

8          Kab. Magelang            2.607.790,00

9          Kab. Boyolali               2.537.949,00

10        Kab. Klaten                 2.538.691,00

11        Kab. Sukoharjo            2.500.000,00

12        Kab. Wonogiri              2.335.126,00

13        Kab. Karanganyar       2.592.154,06

14        Kab. Sragen                2.337.700,00

15        Kab. Grobogan           2.399.186,00

16        Kab. Blora                   2.345.695,00

17        Kab. Rembang            2.386.305,00

18        Kab. Pati                     2.485.000,00

19        Kab. Kudus                 2.818.585,00

20        Kab. Jepara                 2.756.501,00

21        Kab. Demak                 3.122.805,00

22        Kab. Semarang            2.940.088,00

23        Kab. Temanggung        2.397.000,00

24        Kab. Kendal                 2.992.994,00

25        Kab. Batang                 2.708.520,00

26        Kab. Pekalongan         2.633.700,00

27        Kab. Pemalang            2.433.254,00

28        Kab. Tegal                   2.484.162,00

29        Kab. Brebes                2.400.350,47

30        Kota Magelang           2.429.285,00

31        Kota Surakarta            2.570.000,00

32        Kota Salatiga              2.698.273,24

33        Kota Semarang           3.701.709,00

34        Kota Pekalongan         2.700.926,00

35        Kota Tegal                    2.526.510,00

            Jawa Tengah (UMP)2.327.386,07