SRAGEN, solotrust.com - Siapa sangka, tong besi bekas yang biasanya berakhir di gudang berdebu bisa berubah jadi furnitur estetik nan kokoh? Di tangan kreatif para siswa SMK Negeri 1 Plupuh, Sragen, limbah besi ini disulap menjadi kursi santai super keren.
​Saking uniknya, kursi-kursi ini sukses mencuri perhatian Ketua DPRD Jawa Tengah, Sumanto, saat dipamerkan dalam acara pelantikan ketarunaan di sekolah tersebut. Tanpa ragu, orang nomor satu di DPRD Jateng itu meminta sang istri untuk langsung memborongnya.
​Cerita ini bermula saat istri Ketua DPRD, Rus S Sumanto, mengirimkan beberapa foto hasil karya siswa SMKN 1 Plupuh kepada suaminya. Di antara deretan kain batik yang indah, mata Sumanto langsung tertuju pada kursi berbahan tong besi.
​"Saat itu, bapak spontan bilang mau beli dua set kursi," cerita Rus antusias.
​Bukan sekadar urusan beli barang, Rus menegaskan aksi suaminya ini adalah bentuk nyata mendukung ide kreatif generasi muda. Menurutnya, kualitas kursi buatan siswa SMK ini tak kalah dengan yang ada di toko-toko furnitur modern.
​"Kursinya bagus kok, nggak kalah dengan yang ada di pasaran. Satu hal yang pasti karena dari tong besi, kursinya jadi jauh lebih awet," tambah Rus sembari tersenyum.
​Kepala SMKN 1 Plupuh, Sri Eka Lelana, menjelaskan inovasi ini lahir dari keinginan memanfaatkan barang tak terpakai agar memiliki nilai jual tinggi. ​Strategi ini terbukti sukses besar.
Saat ini, pesanan kursi tong besi terus mengalir, tak hanya dari warga sekitar Sragen, namun sudah meluas hingga ke wilayah Soloraya. ​Bagi pihak sekolah, pembuatan kursi ini bukan sekadar tugas praktik biasa, melainkan bagian dari upaya membentuk mental dan jiwa wirausaha para siswa.
​"Kami ingin agar ke depan, alumni SMKN 1 Plupuh bisa hidup mandiri dan menghadirkan lapangan kerja sendiri," harap Sri Eka Lelana.
​Kreativitas siswa SMKN 1 Plupuh ternyata tak berhenti di furnitur unik saja. Sri Eka Lelana membocorkan, para siswanya juga sukses memproduksi kain batik dan baju berkualitas yang kini sudah memiliki banyak pelanggan setia.
Ya, dari tangan-tangan kreatif pelajar Sragen ini, kita belajar satu hal, di tangan orang tepat, barang bekas pun bisa jadi berkelas. (nas)
