JOTS Wisata Religi 2026 Disbudparekraf Kenalkan Makam Sunan Muria. (dok. solotrust.com/yudha)

KUDUS, Solotrust.com— Dinas Kebudayaan dan Pariwisata serta Ekonomi Kreatif Provinsi Jawa Tengah kembali menggelar kegiatan Jateng On The Spot (JOTS) Wisata Religi Tahun 2026 sebagai upaya meningkatkan kunjungan wisatawan ke Jawa Tengah sekaligus memperkuat branding pariwisata daerah.

Disbudparekraf melalui Bapak Endro selaku Sekretaris dinas Disbudparekraf menyampaikan, tema wisata religi, budaya, dan sejarah yang diangkat dalam JOTS 2026 sejalan dengan arah pembangunan pariwisata Jawa Tengah tahun 2027, yakni menciptakan pariwisata berkelanjutan dan mewujudkan ekonomi hijau sebagai penopang pengembangan ekonomi daerah.

“Konsep ini tidak hanya menghadirkan wisata religi, sejarah, dan budaya, tetapi juga dikombinasikan dengan berbagai destinasi wisata menarik di daerah sekitar,” ujarnya pada Selasa (19/05).

Kegiatan tahunan yang dikemas melalui program Fam Trip atau Family Recreation Trip ini menghadirkan pengalaman wisata religi, budaya, sejarah, hingga ekonomi kreatif di sejumlah destinasi unggulan Jawa Tengah, khususnya kawasan Semarang, Demak, dan Kudus.

Rangkaian kegiatan diawali dengan sarapan pagi di Soto Pak Wito Madukoro, kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke Galeri Dekranasda Kabupaten Kudus yang disambut langsung Ketua Dekranasda Kabupaten Kudus, Endhah Endhayani.

Peserta kemudian diajak mengenal produk UMKM dan industri kreatif di Batik Luna Hijab. Selain melihat berbagai produk batik dan fesyen muslim, peserta juga disuguhi fashion show karya Luna Hijab yang diperagakan siswa SMK NU Babat. Kegiatan dilanjutkan dengan makan siang di lokasi tersebut.

Perjalanan kemudian berlanjut menuju kawasan wisata religi Sunan Muria. Para peserta merasakan sensasi menuju Kompleks Makam Sunan Muria menggunakan sepeda motor ojek yang dikenal memiliki jalur ekstrem di lereng Gunung Muria. Keterampilan para pengemudi ojek menjadi kunci keselamatan sekaligus pengalaman tersendiri bagi peserta JOTS.

Tidak hanya wisata religi, peserta juga diajak mengunjungi Desa Wisata Japan di lereng Muria. Di lokasi ini, peserta diperkenalkan dengan potensi wisata budaya dan alam melalui pertunjukan tari yang menggambarkan proses panen kopi Muria, salah satu komoditas khas lereng Gunung Muria.

Keistimewaan lainnya, peserta disambut minuman khas berupa jus parijotho, buah endemik yang hanya tumbuh di kawasan lereng Muria. Selain itu, tampil pula Mbah Min dengan biola bambunya yang unik. Kreativitas alat musik berbahan dasar bambu tersebut bahkan pernah meraih penghargaan tingkat nasional pada tahun 2025.

Suasana semakin berkesan dengan makan malam yang digelar di tengah kawasan hutan lereng Muria.

Melalui kegiatan yang melibatkan influencer, media, tokoh media, dan pelaku perjalanan wisata ini, peserta diharapkan dapat membagikan pengalaman positif selama berada di Jawa Tengah sekaligus memperkuat citra pariwisata daerah.

Disbudparekraf Jawa Tengah menargetkan kunjungan wisatawan terus meningkat serta pariwisata Jawa Tengah semakin dikenal luas oleh masyarakat Indonesia maupun wisatawan mancanegara.

Untuk melengkapi informasi pariwisata di Jawa Tengah laman lengkap bisa diakses ke https://visitjawatengah.jatengprov.go.id/iddan http://disbudparekraf.jatengprov.go.id/. (Yda)