Ketua DPC PDI Perjuangan Karanganyar, Rober Christanto secara simbolis menerima hewan kurban berupa sapi di kantor partai setempat, Kamis (28/05/2026)
KARANGANYAR, solotrust.com - Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (DPC PDIP) Kabupaten Karanganyar menggelar aksi sosial pemotongan atau penyembelihan hewan kurban di kantor sekretariat partai setempat, Kamis (28/05/2026). Jumlah hewan kurban disembelih dalam rangka Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah kali ini mengalami lonjakan dua kali lipat dibandingkan tahun kemarin.
Ketua DPC PDIP Karanganyar, Rober Christanto, mengatakan pada momentum Hari Raya Iduladha kali ini, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Karanganyar memotong sebanyak tujuh ekor sapi. Hewan kurban ini berasal dari gotong royong tokoh nasional hingga kader internal di daerah.
“Pada perayaan Iduladha 1447 Hijriah kali ini, ada tujuh sapi. Ada yang dari Mbak Puan Maharani, Mbak Pinka, Pak Dolfi, Pak Manto, dan juga saya sendiri. Sisanya dari teman-teman DPC dan Fraksi PDI Perjuangan Karanganyar,” urainya.
Rober Christanto menambahkan, agenda ini bukan sekadar rutinitas pembagian paket daging kepada warga membutuhkan, namun lebih dari itu, yakni menjadi simbol gotong royong dan penebalan semangat berbagi masyarakat di Bumi Intanpari.
“Kurban ini bentuk kepedulian, bukan hanya pembagian dagingnya saja, tetapi inilah kebersamaan. Jika tahun kemarin cuma tiga ekor sapi, kali ini kami menyembelih tujuh ekor sapi. Ini merupakan bentuk semangat PDI Perjuangan," bilangnya.
Rober Christanto memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh jajaran pengurus struktural dan anggota legislatif yang telah menunjukkan komitmen nyata dalam Iduladha kali ini. Dirinya berharap tren positif peningkatan jumlah hewan kurban ini dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan pada tahun-tahun mendatang.
"Kami mengajak untuk bareng-bareng berkurban dan alhamdulillah peningkatannya seratus persen lebih. Ya, mungkin untuk tahun depan bisa bertambah lagi," kata dia.
Rober Christanto yang juga Bupati Karanganyar, mengajak seluruh kader untuk merefleksikan esensi spiritual dari keteladanan Nabi Ibrahim. Ibadah kurban dinilai sebagai media pengingat agar setiap manusia mampu menekan ego pribadi maupun kepentingan jabatan demi kemaslahatan masyarakat. (joe)
