FDC Dental Clinic memperluas jangkauan layanan kesehatan gigi dengan membuka cabang baru di Kota Solo, Jumat (16/10/2026). Klinik ini menghadirkan layanan perawatan gigi dengan dukungan teknologi digital, fasilitas modern, serta dokter umum dan spesialis.

SOLO, solotrust.com – FDC Dental Clinic memperluas jangkauan layanan kesehatan gigi dengan membuka cabang baru di Kota Solo, Jumat (16/10/2026). Berlokasi di kawasan Serengan, klinik ini menghadirkan layanan perawatan gigi dengan dukungan teknologi digital, fasilitas modern, serta dokter umum dan spesialis.
 
Pembukaan cabang ini menjadi bagian dari upaya FDC Dental Clinic untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan gigi, sekaligus mendorong kesadaran melakukan pemeriksaan secara rutin, bukan hanya ketika mengalami keluhan.
 
Founder & CEO FDC Dental Clinic, drg. Ita Lestari, MARS, mengatakan Solo dipilih sebagai lokasi ekspansi karena perkembangan ekonomi, sektor jasa, serta pertumbuhan ekonomi kreatif yang dinilai membuka peluang bagi pengembangan layanan kesehatan.
 
“FDC memilih membuka cabang di Solo seiring dengan perkembangan kota ini, baik dari sisi ekonomi maupun pemerintahan yang turut mendorong sektor wellness, kesehatan, dan ekonomi kreatif. Hal tersebut menjadi salah satu alasan kami memilih Solo,” kata Ita Lestari.
 
Menurutnya, FDC ingin mengubah persepsi masyarakat perawatan gigi identik dengan biaya mahal, proses menakutkan, serta waktu tunggu lama. Untuk itu, FDC berupaya menghadirkan fasilitas nyaman, transparansi harga, serta pemanfaatan teknologi untuk mempermudah akses pasien.
 
“Sejak awal, FDC berupaya menjawab tiga hambatan yang sering dirasakan masyarakat ketika berkunjung ke dokter gigi, yaitu rasa takut, persepsi biaya mahal, dan proses pelayanan lama. Kami ingin mengubah pengalaman tersebut melalui fasilitas nyaman, transparansi harga, serta pemanfaatan teknologi untuk mempermudah akses pasien,” jelas Ita Lestari
 
Dorong Pemeriksaan Gigi Sejak Dini
 
Selain pelayanan bagi pasien dewasa, FDC juga menghadirkan layanan khusus anak melalui FDC Children. Layanan ini mencakup perawatan preventif atau pencegahan maupun kuratif untuk menangani masalah kesehatan gigi pada anak.
 
Dokter gigi spesialis anak FDC, drg. Alivy Aulia Az Zahra, Sp.KGA, mengatakan perawatan gigi anak perlu dilakukan sejak dini agar masalah kesehatan gigi dapat dicegah sebelum berkembang menjadi kondisi lebih serius.
 
“Jadi kalau gigi anak itu dimulai dari usia 0 sampai usia 15 atau 14 tahun, perawatannya juga menyeluruh, jadi perawatan preventif, kuratif,” kata dia.
 
Alivy Aulia Az Zahra menjelaskan, masih banyak orang tua baru membawa anak ke dokter gigi ketika sudah mengalami keluhan. Padahal, kondisi itu dapat membuat anak merasa kesakitan, sekaligus membentuk persepsi perawatan gigi merupakan pengalaman menakutkan.
 
“Padahal kalau anak datang dengan kondisi sakit gigi, dianya aja udah kesakitan, gitu. Jadi pasti persepsinya akan jadi takut. Enggak diapa-apain aja giginya sakit,” ucapnya.
 
Karena itu, Alivy Aulia Az Zahra menyarankan orang tua mulai mengenalkan pemeriksaan gigi kepada anak sejak gigi pertama tumbuh atau paling lambat ketika anak berusia satu tahun.
 
“Atau ketika gigi pertama tumbuh. Dengan edukasi, masyarakat bisa mendapatkan informasi tentang bagaimana cara merawat gigi pada anak, sehingga nanti bisa mencegah penyakit-penyakit karies yang akan muncul berikutnya. Jadi bisa mencegah penyakit dan otomatis nanti juga anaknya juga lebih nyaman perawatannya,” terangnya.
 
Perluas Akses dan Kegiatan Sosial
 
Sementara itu, Strategic Office Manager FDC, Ubay Syakhisk Arbi Mohamad, menilai kebutuhan layanan kesehatan gigi di Indonesia masih besar. Menurutnya, edukasi dan kemudahan akses menjadi hal penting untuk mendorong masyarakat memperoleh perawatan sesuai kebutuhan.
 
“Kalau kita ngomongin market share di Solo atau pun nasional, sebetulnya kurang lebih 80 persen masyarakat Indonesia itu punya masalah gigi. Kalau kita lihat dari populasi Solo sekitar satu juta kurang lebih, berarti mungkin ada 400 ribu orang butuh ke dokter gigi. Kita optimistis dengan posisi yang kami miliki itu bisa membantu masyarakat Solo untuk mendapatkan hasil lebih baik,” bilang Ubay Syakhisk Arbi Mohamad.
 
Sebelum peresmian cabang baru, FDC juga menggelar kegiatan sosial di Solo pada Kamis (15/10/2026). Kegiatan itu meliputi pemeriksaan gigi gratis menggunakan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), konsultasi dengan dokter, serta penyerahan bantuan sosial kepada Komunitas Difabel Berdaya Kota Solo Raya dan anak-anak Panti Asuhan Yatim dan Dhuafa Darul Falah Solo Baru.
 
Melalui FDC Foundation, perusahaan turut menjalankan program sosial mencakup bidang kesehatan, pendidikan, serta sosial budaya. Semangat berbagi menjadi bagian dari nilai yang ingin terus dibangun melalui kegiatan tersebut.
 
FDC juga membuka peluang kolaborasi dengan komunitas, lembaga pendidikan, dan berbagai kelompok masyarakat untuk memperluas edukasi kesehatan gigi. Melalui pembukaan cabang di Solo, perusahaan berharap semakin banyak masyarakat mendapatkan akses perawatan gigi, sekaligus memahami pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut secara berkelanjutan. (add)