SUKOHARJO, solotrust.com– Sebuah kondisi memprihatinkan yang mengocok perut dan menguras air mata ditemukan di pelosok Kabupaten Sukoharjo. Seorang balita berusia satu tahun di Dukuh Dranjang, Desa Sanggang, Kecamatan Bulu, ditemukan dalam kondisi kritis dengan berat badan yang sangat tak wajar, yakni hanya 5,9 kilogram.
 
 Mendengar kabar darurat tersebut, Pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sukoharjo tak tinggal diam. Demi menembus benteng stunting dan menyelamatkan masa depan sang anak, Ketua PMI Kabupaten Sukoharjo, dr. Kunari Mahanani, mengandalkan aksi cepat dengan terjun langsung ke lokasi pada Sabtu (3/10/2026).
 Didampingi Kepala Markas PMI serta pasukan relawan, dr. Kunari menyisir kawasan pemukiman warga untuk menghampiri kediaman balita yang membutuhkan intervensi gizi mendesak tersebut.
 
 Berdasarkan hasil asesmen kilat di lapangan, angka 5,9 kg pada bayi usia 12 bulan merupakan alarm bahaya yang membutuhkan penanganan medis serta asupan gizi ekstra berat. Jika dibiarkan, dampak buruk stunting akan merenggut tumbuh kembang sang anak secara permanen.
 
 "Langkah ini merupakan bentuk partisipasi dan komitmen PMI Kabupaten Sukoharjo untuk bersama-sama pemerintah mengentaskan stunting. Kami hadir untuk memberikan dukungan moril sekaligus material, agar kebutuhan gizi sang anak dapat terpenuhi dengan baik dan berangsur pulih," tegas dr. Kunari Mahanani di sela-sela penyerahan bantuan.
 
 Guna menyambung asa keluarga tersebut, PMI Sukoharjo langsung menggelontorkan paket sembako untuk menopang kebutuhan pangan harian keluarga. Tak hanya itu, bantuan uang tunai juga diserahkan secara khusus untuk menyokong pemenuhan gizi super-intensif bagi sang balita.
 
 Aksi tanggap darurat kemanusiaan ini diharapkan mampu melecut sinergi antara lembaga sosial, pemerintah daerah, dan masyarakat luas agar perang melawan stunting di Kabupaten Sukoharjo bisa tuntas sampai ke akar-akarnya. (nas)