Aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Semarang melakukan audiensi dengan Wakil Ketua DPRD Kota Semarang dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Suharsono
SEMARANG, solotrust.com - Aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Semarang melakukan audiensi dengan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Suharsono. Dalam audiensi digelar di DPRD Kota Semarang, Jumat (24/04/2026), aktivis HMI membawa kajian kritis terkait tata kelola Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang.
Kajian berbasis data dengan judul 'Penguatan Kolaborasi Multiaktor dalam Mendorong Integritas Pemerintah Kota Semarang' disusun secara kolektif oleh pengurus HMI Cabang Semarang berdasarkan data, regulasi, serta temuan lapangan.
Ketua Umum HMI Cabang Semarang, Nabil Mualif, menegaskan audiensi bukan sekadar menyampaikan keluhan, melainkan sebagai bentuk dorongan agar DPRD mengambil langkah nyata terhadap berbagai persoalan tata kelola pemerintahan di Kota Semarang. HMI ingin memastikan adanya tindakan konkret, bukan sekadar janji maupun klarifikasi normatif atas persoalan yang dinilai selama ini belum terselesaikan secara maksimal.
Ketua Bidang Politik Demokrasi HMI Cabang Semarang, Thoriq Zhafar, mengutarakan DPRD memiliki peran strategis sebagai representasi masyarakat dalam menjalankan fungsi pengawasan dan legislasi.
“DPRD seharusnya menjadi garda terdepan demokrasi perwakilan masyarakat dengan fungsi pengawasan dan legislasi yang kuat dalam mengawal implementasi roda pemerintahan Kota Semarang,” ujar dia.
Melalui kajian tersebut, HMI juga mendorong dewan segera melakukan audit terhadap pemkot demi menjaga integritas tata kelola pemerintahan serta mempertahankan citra Kota Semarang sebagai wajah Ibu Kota Jawa Tengah.
Menanggapi hal itu, Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Suharsono, menyampaikan apresiasi atas langkah kritis dilakukan HMI sebagai bagian dari kontrol sosial terhadap jalannya pemerintahan.
“Saya menyambut baik penyampaian kajian dari teman-teman HMI sebagai bentuk langkah check and balance dari mahasiswa,” ucapnya.
Suharsono menyatakan, pihaknya terbuka terhadap masukan dari berbagai elemen masyarakat, termasuk mahasiswa. Ia pun berkomitmen untuk menindaklanjuti kajian yang telah disampaikan.
