Sarasehan ICMI Karanganyar yang digelar di ruang anthorium rumah dinas bupati Karanganyar, Rabu (31/01/2024)

KARANGANYAR, solotrust.com  - Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Karanganyar menggelar ikrar bersama pj bupati, polres, kodim, dan semua penyelenggara pemilihan umum (Pemilu). Mereka berikrar mewujudkan pemilu damai, adil, dan bermartabat  untuk menghasilkan pemimpin legitimate. 
 
Ikrar digelar dalam acara sarasehan ICMI di ruang anthorium rumah dinas bupati Karanganyar, Rabu (31/01/2024). Acara juga dihadiri Pj Bupati Timotius Suryadi,  wakil dari polres dan kodim, organisasi kemasyarakatan (Ormas) serta anggota ICMI Karanganyar.
 
Ikrar dipimpin Ketua ICMI Karanganyar, Kadi Sukarna. Dalam ikrar ini semua sepakat mewujudkan pemilu damai, adil, dan bermartabat, tidak malah menjadi sebab terpecahnya bangsa yang sudah setuju berdasarkan Pancasila ini.
 
Dalam sarasehan, pj bupati mengajak semua pihak agar menyikapi pelaksanaan pemilu seperti kegiatan biasa. Pemilu sebagai pesta yang benar-benar menghasilkan susana gembira dan membahagiakan.
 
‘’Tidak usah dibawa perasaan. Kalau nanti terlalu terbawa suasana, maka justru akibatnya akan menyakitkan. Ini tidak akan sembuh dalam waktu lama. Kondisi demikian justru menjadikan bangsa ini akan terkoyak karena terlalu terbawa perasaan,’’ ujar Timotius Suryadi.
 
Memang pasti ada hal menyertai pemilu ini, antara lain terjadi polarisasi di tubuh masyarakat yang eskalasinya terus meningkat, bahkan akan terus terjadi ketika telah usai sekalipun. 
 
"Polarisasi mengakibatkan munculnya disinformasi, berita hoax, ujaran kebencian, dan semua yang menjadikan masyarakat semakin terpolarisasi. Bisa jadi saat mestinya selesai pemilu sudah menghasilkan pemimpin, polarisasi ini belum hilang," ucap Timotius Suryadi. 
 
Faktor pemerintah sebagai fasilitator juga menentukan terjadinya pemilu adil dan bermartabat. Partisipasi masyarakat diharapkan tinggi sehingga menghasilkan pemimpin legitimate. 
 
Jika masyarakat banyak yang tidak menggunakan hak suaranya, artinya mereka cuek dan tidak merasa peduli atas pemimpin, berlepas tangan. 
 
"Ini tidak baik. Saya mengajak warga Karanganyar untuk terus peduli dan datang ke tempat pemungutan suara (TPS) untuk memilih sesuai hati nuraninya masing-masing," tandas Timotius Suryadi.
 
Sementara, Ketua ICMI Karanganyar, Kadi sukarna mengutarakan pemilu damai, adil, dan bermartabat akan terwujud jika perlakuan penyelenggara pemilu betul-betul jujur dan adil, memberikan ruang dan waktu sama terhadap semua pihak untuk menjadi peserta pemilu. 
 
"Jika ruang dan waktu itu tidak diberikan sama terhadap semua peserta pemilu dan caleg, diberikan perlakuan yang berbeda terhadap parpol atau caleg tertentu, maka sudah pasti akan terjadi protes, keriuhan pada pemilu ini," pungkasnya. (joe)