PT Kereta Api Indonesia (KAI Persero) Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta menutup dua perlintasan liar pada Selasa (19/05/2026) sebagai upaya meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan. (Foto: Dok. Istimewa)
SOLO, solotrust.com - PT Kereta Api Indonesia (KAI Persero) Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta menutup dua perlintasan liar pada Selasa (19/05/2026) sebagai upaya meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan. Dua perlintasan ditutup berada di Km 3+1/2 petak Solo Kota–Sukoharjo serta Km 537+7 petak Patukan–Rewulu.
Penutupan dilakukan melalui kolaborasi antara KAI Daop 6 Yogyakarta, Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Semarang, Dinas Perhubungan, pemerintah daerah, TNI-Polri, aparat kewilayahan, hingga komunitas pecinta kereta api atau railfans.
Deputy EVP Daop 6 Yogyakarta, Rahim Ramdhani, mengatakan penutupan dilakukan karena perlintasan liar memiliki risiko tinggi terhadap keselamatan perjalanan kereta api maupun masyarakat.
“Kegiatan ini merupakan pelaksanaan atas amanah pemerintah untuk menutup perlintasan liar dan melakukan peningkatan keselamatan di perlintasan sebidang. Di tahun 2026 ini, KAI Daop 6 telah menutup tujuh perlintasan liar yang rinciannya tiga di Wonogiri, dua di Wates, satu di Wojo, satu di Sukoharjo, dan satu di Yogyakarta,” terangnya.
Sepanjang 2026, KAI Daop 6 telah menutup tujuh perlintasan sebidang liar. Rinciannya meliputi tiga titik di Wonogiri, dua di Wates, satu di Wojo, dan satu di Sukoharjo.
Selain penutupan, KAI juga bekerja sama dengan Dinas Perhubungan untuk meningkatkan pengamanan di sejumlah titik, termasuk pembangunan gardu jaga baru.
Sementara itu, Kepala Desa Plumbon, Eko Hariyanto, mengungkapkan perlintasan liar tersebut selama ini kerap dimanfaatkan warga untuk aktivitas sehari-hari, termasuk akses bertani dan jalur anak-anak menuju sekolah.
"Sebagian besar warga melintas menggunakan sepeda atau berjalan kaki. Anak-anak sekolah dasar dari Kampung Ngebrak menuju SD Plumbon 1 juga sering melewati jalur tersebut menggunakan sepeda ontel," kata Eko Hariyanto.
Ia menambahkan, sepanjang 2023 hingga Mei 2026, KAI Daop 6 telah menutup total 41 perlintasan liar di sejumlah wilayah kerja. Penanganan ke depan disebut akan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari penutupan perlintasan berisiko, peningkatan pengawasan, hingga pemanfaatan teknologi keselamatan.
Saat ini, wilayah Daop 6 Yogyakarta memiliki 292 perlintasan sebidang, terdiri atas perlintasan dijaga KAI, pemerintah daerah, pihak eksternal, hingga perlintasan tidak dijaga. Sementara itu, masih terdapat 13 perlintasan liar tersebar di wilayah Wonogiri dan Sumberlawang.
Manajer Humas Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, mengimbau masyarakat untuk tidak membuka kembali perlintasan liar yang telah ditutup maupun membuat jalur baru secara ilegal.
“Masyarakat juga diimbau untuk menggunakan perlintasan sebidang resmi, tidak membuka lagi perlintasan liar yang sudah ditutup maupun tidak lagi membuka perlintasan liar baru,” serunya.
Selain penutupan perlintasan liar, KAI Daop 6 juga terus menggencarkan edukasi keselamatan kepada masyarakat. Adapun hingga Mei 2026, tercatat sebanyak 267 kegiatan sosialisasi telah dilakukan di perlintasan sebidang, sekolah, dan lingkungan masyarakat. (add)
