Kampung Keren Tanpa Rokok Award yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Kota Surakarta untuk memperingati Hari Anak Nasional 2026, Kamis (30/07/2026).
SOLO, solotrust.com- Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional, Pemerintah Kota Surakarta mendorong terwujudnya lingkungan yang sehat, aman, dan ramah anak melalui kegiatan Kampung Keren Tanpa Rokok Award 2026. Kegiatan ini digelar di Pendhapi Gedhe, Balai Kota Surakarta, Kamis (30/07/2026) dengan mengangkat tema “Sayang Anak, Wujudkan Kampung Keren Tanpa Rokok”.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Surakarta dalam memperkuat perlindungan masyarakat, khususnya anak-anak dari paparan asap rokok. Rangkaian acara diisi dengan penampilan dance Keren Tanpa Rokok oleh VONETIC SMP N 1 Surakarta, pemutaran video Kampung Keren Tanpa Rokok, penyerahan penghargaan kepada 6 kampung penerima award, talkshow, hingga pengundian doorprize.
Penguatan KBAR dilakukan melalui delapan indikator yaitu kelembagaan, penguatan dan penegakan aturan, pendataan, saung rokok, pengembangan media informasi, keterlibatan masyarakat, pembersihan iklan dan promosi rokok, serta jaringan.
Sekretaris Daerah Kota Surakarta, Budi Murtono dalam sambutannya yang mewakili Walikota Surakarta mengajak masyarakat menjadikan kesehatan menjadi investasi yang paling berharga.
“Hari ini saya ingin menegaskan satu hal bawah kesehatan adalah pondasi utama, investasi dimulai dari langkah membangun kebiasaan tanpa rokok. Percuma jalanan kita bagus, percuma ekonomi kita maju, kalau masyarakatnya masih sakit-sakitan,” tegasnya.
Menurutnya pembangunan kota tidak hanya diukur dari kemajuan infrastruktur maupun pertumbuhan ekonomi, tetapi dari kualitas kesehatan masyarakat. Ia menilai gerakan Kampung Keren Tanpa Rokok menjadi langkah nyata untuk menciptakan lingkungan yang sehat.
Acara dilanjutkan dengan Talkshow yang dimoderatori oleh Alvin Putra, dan menghadirkan tiga narasumber, yaitu Sekretaris daerah Kota Surakarta, Budi Murtono, Kepala Dinas Kesehatan Kota Surakarta Retno Erawati Wulandari, dan ketua Yayasan Kakak, Shoim Sahriyati.
Dalam sesi Talkshow ini, Retno Erawati Wulandari menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Surakarta menginisiasi program Kampung Keren Tanpa Rokok untuk memberikan hak masyarakat memperoleh udara yang bersih dan sehat terutama, terutama bagi anak-anak, ibu hamil, dan sekelompok orang yang rentan terhadap asap rokok.
“Program ini kami inisiasi agar masyarakat mendapatkan udara yang bersih dan sehat, terutama bagi anak-anak, ibu hamil, dan kelompok rentan lainnya,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa keberhasilan program tersebut tidak tergantung pada regulasi, tetapi juga membutuhkan gerakan bersama dan komitmen masyarakat. Dalam hal ini puskesmas di setiap wilayah berperan sebagai pembina teknis dalam melakukan pendampingan.
Melalui Kampung Keren Tanpa Rokok Award 2026, pemerintah Kota Surakarta berharap gerakan menciptakan lingkungan bebas asap rokok dapat terus diperkuat hingga tingkat masyarakat, Kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, puskesmas, dan masyarakat diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih sehat sekaligus memberikan perlindungan bagi anak-anak dari paparan asap rokok.
