Para anggota Polres Boyolali mengikuti forum kesehatan konflik sosial, Rabu (07/01/2026).

BOYOLALI, solotrust.com – Isu kesehatan mental kini mendapat perhatian serius dari Polres Boyolali. Melalui sebuah forum belajar digelar di aula Polres Boyolali, Rabu (07/01/2026), para peserta diajak memahami dampak jangka panjang apabila kesehatan mental terus diabaikan, baik bagi individu maupun masyarakat luas.

Kapolres Boyolali, AKBP Rosyid Hartanto, menegaskan kondisi mental anggota kepolisian sangat berpengaruh terhadap kualitas pelayanan kepada masyarakat. Anggota yang kerap meluapkan emosi saat bertugas berpotensi memberikan pelayanan kurang maksimal.

“Jika anggota sering marah saat bertugas, itu akan berdampak langsung pada pelayanan kepada masyarakat. Hal tersebut menjadi indikator adanya persoalan kesehatan mental yang perlu diperhatikan,” kata AKBP Rosyid Hartanto.

Menurutnya, tugas kepolisian selama ini dihadapkan pada tantangan kompleks dan luar biasa. Kendati demikian, kompleksitas tugas tersebut harus dimaknai sebagai tantangan profesional yang menuntut kesiapan fisik dan mental personel Polri.

Kapolres juga menyampaikan masalah pribadi, baik dari lingkungan keluarga maupun pekerjaan, apabila tidak ditangani dengan baik dapat berimbas pada kinerja dan pelayanan publik. Oleh karena itu, kesiapan mental menjadi faktor penting bagi anggota Polri dalam menjalankan tugas.

“Kesehatan mental saat ini menjadi kebutuhan mendasar bagi anggota Polri agar mampu memberikan pelayanan humanis dan profesional,” tambahnya.

Sementara itu, narasumber forum, Agnes Fatimah, mengutarakan konflik sosial sering kali sulit terdeteksi karena kesehatan mental masih kerap dipandang sebelah mata. Selama ini masyarakat cenderung lebih mengutamakan kesehatan fisik dibandingkan kesehatan mental.

‘Kesehatan mental justru memiliki peran sangat penting. Kesehatan mental, bahkan lebih penting daripada kesehatan fisik. Kesehatan fisik bisa ditunjang dan diperbaiki oleh orang-orang yang memiliki mental sehat,” jelasnya.

Agnes Fatimah menambahkan, kesehatan mental dapat dibangun sejak dini, bahkan sejak seseorang masih berada dalam kandungan. Oleh sebab itu, edukasi mengenai kesehatan mental perlu dilakukan secara berkelanjutan.

Melalui forum ini diharapkan kesadaran dan pemahaman tentang pentingnya kesehatan mental terus meningkat, sehingga dapat mencegah munculnya krisis perilaku, konflik sosial, serta berbagai permasalahan kesehatan lebih serius di masa mendatang. (jaka)