Para siswa menyambut kedatangan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat,

GARUT, solotrust.com- Puluhan anak menyambut kedatangan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat di Kelompok Bermain Al Ikhlas 158, Desa Pasirkiamis, Kecamatan Pasirwangi, Kabupaten Garut, Sabtu (20/6). Di balik suasana hangat tersebut, tersimpan satu pesan penting tentang tantangan pendidikan yang masih dihadapi banyak daerah yaitu anak tidak sekolah (ATS).

Bagi pemerintah, memastikan setiap anak memeroleh akses pendidikan yang setara bukan sekadar target pembangunan, melainkan amanat konstitusi. Karena itu, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus mendorong berbagai upaya agar tidak ada lagi anak Indonesia yang tertinggal dari bangku pendidikan.

"Semua masyarakat Indonesia harus mendapat kesempatan atau akses yang sama, mulai dari kota sampai di Pasirkiamis ini, tidak boleh ada yang tersisa, tidak mengikuti pendidikan," tegas Wamendikdasmen Atip Latipulhayat di hadapan para guru dan orang tua murid.

Menurut Atip Latipulhayat, salah satu tantangan terbesar adalah masih adanya anggapan bahwa bekerja lebih penting daripada melanjutkan pendidikan. Padahal, pendidikan justru menjadi bekal untuk meningkatkan kualitas hidup dan nilai ekonomi suatu pekerjaan.

Ia mencontohkan bagaimana kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi mampu meningkatkan produktivitas berbagai sektor pekerjaan, termasuk sektor perikanan. Pada kesempatan ini, ia mengajak para orang tua untuk terus mendukung anak-anak mereka tetap bersekolah dan meraih pendidikan setinggi mungkin.