Jembatan Garuda di Sukoharjo Resmi Dibuka
SUKOHARJO, solotrust.com- Masyarakat tiga desa di wilayah Kecamatan Tawangsari, Sukoharjo, kini tak lagi harus memutar sejauh 6 hingga 7 kilometer untuk menyeberangi Sungai Bengawan Solo. Mereka kini bisa memanfaatkan Jembatan Garuda yang menghubungkan Desa Tambakboyo, Desa Majasto dan Desa Tangkisan di wilayah kecamatan tersebut.
Peresmian Jembatan Garuda di Desa Tambakboyo, Tawangsari ditandai dengan pengguntingan pita oleh Dandim 0726 Sukoharjo, Letkol Infanteri Reza Syahputera. Setelah diresmikan, sejumlah warga langsung melewati jembatan gantung sepanjang 110 meter tersebut menggunakan sepeda ontel dan sepeda motor.
​Keberadaan Jembatan Garuda ini mendapat respon positif dari warga. Sebelum adanya jembatan, warga Desa Majasto harus memutar sejauh 7 tujuh kilometer, kini akses menyeberangi sungai menjadi lebih mudah.
​Pembangunan Jembatan Garuda dinilai sangat bermanfaat bagi warga 3 desa di Tawangsari.
“Selain mempercepat mobilitas Masyarakat, Jembatan Garuda juga memperlancar distribusi barang dan jasa yang menggerakkan roda perekonomian desa.” Kata salah satu warga, Rika.
​Sementara itu, Dandim Sukoharjo menyebut pembangunan Jembatan Garuda dikerjakan selama kurang lebih 40 hari.
“Keberadaan jembatan ini memiliki nilai strategis dan ekonomis, karena mampu meningkatkan efisiensi perjalanan masyarakat.” Kata Dandim Sukoharjo.
​Usai di Tambakboyo, rencananya akan dibangun tiga jembatan lainnya, yakni di Desa Kedungjambal, Desa Majasto, dan Desa Tepisari. Secara keseluruhan, Kodim Sukoharjo telah mengajukan pembangunan 25 Jembatan Garuda. (nas)
