Mbak dan Mas Boyolali melakukan prosesi siraman sebagai simbol dimulainya tradisi padusan, Senin (16/02/2026)

BOYOLALI, solotrust.com – Padusan merupakan tradisi masyarakat Jawa sebelum menjalankan ibadah puasa di Bulan Suci Ramadan. Di Kabupaten Boyolali, tradisi padusan dilaksanakan di Umbul Tirtomarto dan Umbul Tlatar, dua hari menjelang puasa.

Tradisi padusan pada hari pertama di kawasan Umbul Tirtomarto, Senin (16/02/2026), diawali kirab budaya dari Kantor Kecamatan Banyudono menuju Umbul Ngabean. Setibanya di lokasi, Mbak dan Mas Boyolali melakukan prosesi siraman sebagai simbol dimulainya tradisi padusan.

Selain prosesi seremonial, acara turut dimeriahkan pertunjukan Reog Kridho Manggolo. Sementara itu, di Umbul Tlatar, hari pertama padusan diramaikan hiburan musik dangdut OM Layang Kangen.

Sementara di hari kedua, Selasa (17/02/2026), padusan di Umbul Tirtomarto akan dimeriahkan penampilan musik dari Asmaradanang dan Teman Sedjiwa serta Q-Nung Q-Dut. Adapun di Umbul Tlatar, hiburan musik dangdut akan diisi OM BR Music.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Boyolali, Budi Prasetyaningsih, mengatakan padusan merupakan tradisi tahunan telah berlangsung turun-temurun sebagai simbol pembersihan diri menyambut Ramadan.

“Ini adalah tradisi positif dan tentunya membuat pariwisata semakin bersinar dan semakin banyak yang hadir ke sini,” ucapnya.

Selama Ramadan di kawasan Wisata Edukasi Religi Qolbu akan diramaikan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menyediakan aneka takjil bagi masyarakat. Selain itu, pengunjung juga dapat memanfaatkan promo tiket masuk beli satu gratis satu setelah jam kerja.

Sekretaris Daerah Kabupaten Boyolali, Wiwis Trisiwi Handayani, berharap seluruh elemen masyarakat dapat mendukung dan berpartisipasi aktif dalam menjaga serta melestarikan tradisi tersebut sebagai warisan budaya.

“Terutama di Kabupaten Boyolali yang dapat berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata dia.

Sementara itu, Mbak Boyolali 2025 asal Kecamatan Simo, Anisa Rizqi Aulya, mengaku bangga dapat terlibat langsung dalam prosesi Padusan. Ia berharap tradisi ini terus dilestarikan agar dapat diwariskan kepada generasi mendatang.

“Tradisi ini semoga selalu dilakukan, selalu dilestarikan agar dapat ke anak cucu,” bilang Anisa Rizqi Aulya.(jaka)