Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi
BOYOLALI, solotrust.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menegaskan komitmennya memperkuat pembangunan infrastruktur, ketahanan pangan, konektivitas wilayah, dan pengembangan pariwisata untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Komitmen tersebut disampaikan dalam Rembug Pembangunan Provinsi Jawa Tengah 2026 di Pendopo Gede Boyolali, Selasa (2/6/2026).
Mengutip laman surakarta.go.id, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan pembangunan infrastruktur dan penguatan sektor pangan menjadi prioritas utama. Selain perbaikan jalan yang rusak akibat tingginya curah hujan, pembangunan juga menyasar sarana pendidikan, kesehatan, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Jawa Tengah yang memiliki sekitar 1,5 juta hektare Lahan Sawah Dilindungi (LSD) ditargetkan mampu meningkatkan produksi gabah dari 9,1 juta ton pada 2025 menjadi 11 juta ton pada 2026.
“Tahun 2026 target nasional mencapai 11 juta ton. Karena itu seluruh daerah harus melakukan mitigasi sejak dini, terutama menghadapi potensi kekeringan saat musim kemarau,” ujar Luthfi.
Dalam forum tersebut, Luthfi juga menegaskan peran strategis Kota Surakarta sebagai pusat penggerak ekonomi kawasan Solo Raya. Menurutnya, sinergi antara Solo dengan Boyolali, Karanganyar, Sukoharjo, Sragen, Wonogiri, dan Klaten menjadi kunci menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru.
“Solo Raya harus kita bangun bersama. Wali Kota Solo sebagai hub-nya, sedangkan kabupaten di sekitarnya menjadi pendukung untuk menumbuhkan ekonomi baru di wilayah kita,” katanya.
Sementara itu, Wali Kota Surakarta Respati Ardi mengusulkan penguatan transportasi publik terintegrasi melalui Batik Solo Trans (BST) yang menghubungkan wilayah Solo Raya. Ia juga mengajak seluruh kepala daerah menyusun Rencana Induk Pariwisata Solo Raya guna mengembangkan potensi wisata secara terpadu.
“Kami mengajak seluruh kepala daerah di Solo Raya untuk bersama-sama menyusun rencana induk pariwisata Solo Raya. Boyolali, Klaten, Sukoharjo, Karanganyar, Sragen, dan Wonogiri memiliki potensi yang luar biasa dan dapat saling melengkapi,” ujar Respati.
Melalui penguatan infrastruktur, ketahanan pangan, konektivitas transportasi, serta pengembangan pariwisata berbasis kawasan, Pemprov Jateng optimistis Solo Raya dapat berkembang menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Tengah.
