Bupati Karanganyar Rober Christanto saat membuka pendidikan dan pelatihan Paskibraka Karanganyar 2026 di halaman Kantor Sekretariat Daerah (Setda) setempat, Senin (27/07/2026)
KARANGANYAR, solotrust.com - Kegiatan pelatihan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) di wilayah Kabupaten Karanganyar resmi dibuka, Senin (27/07/2026) dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI).
Pelatihan bagi para calon pengibar bendera ini dijadwalkan akan berlangsung selama lelebih kurang 15 hari. Kegiatan pelatihan paskibraka 2026 dibuka Bupati Karanganyar, Rober Christanto di halaman Kantor Sekretariat Daerah (Setda) setempat.
Sekretaris Dinas Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Karanganyar, Tyas Ngambar Widyowati, mengatakan ada sebanyak 76 paskibraka mengikuti pelatihan, terdiri atas 46 putra dan 30 putri. Peserta pelatihan merupakan pelajar dari berbagai jenjang SMA, SMK, dan MA di wilayah Kabupaten Karanganyar.
Pada seleksi tahun ini terdapat kebanggaan tersendiri karena satu orang perwakilan putri dari SMA Muhammadiyah berhasil lolos seleksi paskibraka hingga ke tingkat provinsi. Sementara untuk perwakilan putra belum ada yang berhasil lolos lantaran tingkat persaingan semakin ketat.
"Pada pendidikan dan pelatihan Paskibraka tahun ini, ada 76 pelajar putra dan putri dipersiapkan untuk menjadi petugas pada peringatan HUT ke-81 RI pada 17 Agustus yang akan datang. Tahun ini ada perwakilan siswi kita yang masuk seleksi paskibraka tingkat provinsi," kata Tyas Ngambar Widyowati.
Dalam proses pelaksanaan pendidikan dan pelatihan paskibraka ini, pihak penyelenggara kembali bekerja sama dengan Komando Distrik Militer (Kodim) 0727/Karanganyar untuk melatih kedisiplinan dan baris-berbaris para peserta. Tim pelatih yang diturunkan masih sama seperti formasi pada tahun-tahun sebelumnya.
Adapun untuk tahapan pelaksanaan pelatihan paskibraka Karanganyar akan dimulai Selasa (28/07/2026) besok hingga 15 hari ke depan. Lokasi utama latihan dipusatkan di kawasan Alun-alun Karanganyar. Sementara untuk karantina dan pembekalan khusus baru akan dilaksanakan menjelang jadwal gladi.
Dalam pelatihan ini, pihak panitia penyelenggara juga memohon doa restu dari masyarakat agar seluruh kegiatan berjalan baik. Selain itu, penyelenggara turut menyampaikan permohonan maaf apabila aktivitas latihan di sekitar alun-alun dirasa sedikit mengganggu kenyamanan.
Sementara itu dalam amanat pembukaan pendidikan dan pelatihan paskibraka, Bupati Karanganyar, Rober Christanto, menyampaikan tugas paskibraka memiliki makna sangat mendalam. Para peserta tak hanya sekadar bertugas mengibarkan bendera, namun juga mengemban kepercayaan dari seluruh masyarakat Kabupaten Karanganyar.
"Hal ini sangat penting agar Upacara Detik-detik Proklamasi serta prosesi pengibaran bendera 17 Agustus dapat berjalan dengan lancar dan aman," tuturnya. (joe)
