Dewan Pengurus Daerah Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (DPD APPSI) Karanganyar secara resmi dikukuhkan di Pendopo RM Said, Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Selasa (09/06/2026)

KARANGANYAR, solotrust.com - Dewan Pengurus Daerah Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (DPD APPSI) Karanganyar secara resmi dikukuhkan di Pendopo RM Said, Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Selasa (09/06/2026). Melalui organisasi ini, pengurus berkomitmen menghidupkan kembali pasar tradisional dengan cara pendampingan dalam mengakses modal maupun peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) pedagang.
 
Menurut Ketua Harian DPP APPSI, Don Muzakir, pelantikan pengurus ini menjadi bagian dari reorganisasi APPSI di Karanganyar, menjelang musyawarah nasional (Munas) organisasi yang didirikan Presiden RI Prabowo Subianto pada 2004 lalu.
 
Pihaknya pun meminta pengurus DPD APPSI Karanganyar segera turun ke lapangan guna mengawal program ekonomi kerakyatan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Salah satunya mengatasi kendala akses perbankan dan akses permodalan yang kerap dihadapi pedagang pasar tradisional. 
 
"Banyak kawan pedagang akses modalnya susah karena terkendala BI checking. Menteri UMKM sudah menyampaikan bahwa kredit usaha rakyat (KUR) sampai Rp100 juta tak perlu agunan, kenyataan di lapangan tidak ada pendampingan. Di sinilah APPSI memberikan pendampingan," papar Don Muzakir 
 
Di lain sisi, kata dia, peningkatan kualitas SDM juga harus dilakukan. Pasalnya, keberadaan pasar tradisional saat ini menghadapi tantangan perkembangan zaman dengan hadirnya pasar online maupun ritel modern.
 
"Kami juga mendukung rencana yang disampaikan bupati Karanganyar, mengembangkan pasar tradisional sebagai pasar wisata untuk menarik konsumen. APSSI akan bekerja sama dengan berbagai sektor dalam upaya meramaikan lagi pasar tradisional," bilang Don Muzakir.  
 
Sementara itu, Ketua DPD APPSI Karanganyar yang baru dilantik, Ilham Syah Husein, menyebut ada tiga poin rencana telah disiapkan dalam upaya menghidupkan pasar tradisional di era modern
 
"Adapun untuk poin pertama adalah character building terkait mindset para pedagang. Kita tidak boleh menutup diri dari perkembangan pasar modern, melainkan mindset-nya harus diubah menjadi modern agar tidak kalah bersaing," ujarnya.
 
Kedua, perlunya pembenahan manajemen. APPSI akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan advokasi, memetakan kebutuhan riil pedagang di bawah, dan mengeksekusinya menjadi tindakan nyata.
 
Ketiga, percepatan digitalisasi pasar, khususnya dalam sistem pembayaran nontunai. APPSI akan melakukan advokasi dan pendampingan lewat berbagai pelatihan. 
 
"Intinya, kita tidak bisa menutup persaingan pasar, tetapi SDM pedagangnya harus ditingkatkan," pungkas Ilham Syah Husein. (joe)