Gelang identitas menjadi aksesori wajib bagi jemaah calon haji Indonesia selama pelaksanaan ibadah haji 2026.
BOYOLALI, solotrust.com – Gelang identitas menjadi aksesori wajib bagi jemaah calon haji Indonesia selama pelaksanaan ibadah haji 2026. Selain sebagai penanda identitas, gelang ini juga berfungsi sebagai bentuk perlindungan dari pemerintah, terutama jika jemaah tersesat saat berada di Arab Saudi.
Di kompleks Asrama Haji Donohudan, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, para perajin tampak sibuk menyelesaikan pembuatan gelang identitas tersebut. Proses pengerjaan terus dikebut menjelang keberangkatan jemaah.
Salah satu perajin asal Jepara, Nur Rokhim, mengatakan musim haji selalu menjadi momen yang dinanti karena membawa berkah tersendiri bagi para perajin.
“ Saat ini, proses yang dilakukan di Asrama Haji Donohudan tinggal tahap pencetakan identitas, pemasangan atribut seperti bendera Indonesia hingga pembentukan dan pengemasan gelang agar siap digunakan,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, gelang identitas tersebut dibuat dari bahan monel dan dilengkapi berbagai data penting, seperti nama jemaah, nomor paspor, nama maktab, kloter hingga tulisan Indonesia dalam bahasa Arab.
Sementara itu, Wakil PPIH Embarkasi Solo, David Jafar Saputra, menyampaikan pada tahun ini terdapat pembaruan pada gelang identitas. Pembaruan tersebut berupa penambahan logo dan tulisan Kementerian Haji dan Umrah, serta tahun keberangkatan 2026.
“Gelang ini menjadi bagian dari tanggung jawab pemerintah dalam melindungi jemaah haji Indonesia. Jika jemaah terpisah dari rombongan, data pada gelang akan memudahkan proses identifikasi,” terangnya.
Gelang identitas ini dibagikan kepada jemaah calon haji saat tiba di Asrama Haji Donohudan Boyolali dan wajib dipakai selama menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji di Arab Saudi. Selain dilengkapi pengait khusus agar tidak mudah lepas, gelang juga dilapisi plastik untuk mencegah iritasi pada kulit pengguna. (Jko).
