Rumah Makan Rica-Rica Mentok Mbah Malem hadir sebagai destinasi kuliner tradisional menawarkan cita rasa khas Jawa dengan proses memasak menggunakan kayu bakar. (Foto: Dok. solotrust.com/Diswa Aulia Putri)
KARANGANYAR, solotrust.com - Rumah Makan Rica-Rica Mentok Mbah Malem hadir sebagai destinasi kuliner tradisional menawarkan cita rasa khas Jawa dengan proses memasak menggunakan kayu bakar. Berlokasi di Mlandang RT3 RW7, Kedung Jeruk, Mojogedang, Kabupaten Karanganyar, usaha kuliner ini berdiri di tengah desa dan mengusung konsep keluarga yang nyaman bagi pengunjung.
Owner Rica-Rica Mentok Mbah Malem, Taufik Nur Hidayat, mengatakan usahanya berawal dari keinginan membuka bisnis kuliner dengan konsep tradisional. Ia memilih menu rica-rica mentok karena memiliki nilai historis dalam keluarganya.
“Awalnya kami memang ingin membuka bisnis kuliner dengan konsep untuk keluarga dan bernuansa tradisional. Akhirnya kami memutuskan membuka rica-rica mentok ini. Keunggulan kami, proses memasaknya masih menggunakan kayu bakar dan dipadukan dengan rempah-rempah khas Jawa, jadi cita rasa tradisionalnya benar-benar terasa,” kata Taufik Nur Hidayat, saat ditemui solotrust.com di lokasi, belum lama ini.
Resep rica-rica mentok yang digunakan merupakan warisan keluarga sejak 1988. Taufik Nur Hidayat menjelaskan, resep tersebut berasal dari mendiang ibunya yang dahulu berjualan di kantin sekolah serta kerap memasak untuk hajatan dan acara keluarga besar.
“Resep ini awalnya dari almarhumah ibu kemudian diajarkan kepada kami dan kami kembangkan lagi. Ada sedikit improvisasi tanpa menghilangkan cita rasa aslinya. Nama Mbah Malem sendiri kami ambil dari nama almarhumah ibu,” ungkapnya.
Taufik Nur Hidayat menyebut, usaha kuliner ini menjadi kelanjutan dari tradisi memasak yang telah lama dijalankan keluarga sebelum akhirnya dikembangkan secara profesional.
Rica-Rica Mentok Mbah Malem beroperasi setiap hari mulai pukul 11.00 hingga 20.30 WIB. Proses pengolahan daging mentok di tempat ini melalui beberapa tahapan.
Tahap awal, mulai dari pencucian hingga perebusan memakan waktu sekira satu jam. Selanjutnya, proses memasak inti berlangsung dua hingga tiga jam sampai bumbu meresap sempurna.

Menu best seller di Rumah Makan Rica-Rica Mentok Mbah Malem adalah rica-rica mentok basah. Selain menu utama berbahan mentok, tersedia pula pilihan lain, yakni ayam goreng, ayam bakar, serta menu ramah anak, seperti telur dadar crispy, nasi nugget, dan nasi sosis. Berbagai camilan juga turut melengkapi pilihan menu bagi pengunjung.
Baru-baru ini, Taufik Nur Hidayat juga meluncurkan menu baru bernama rica panggang. Menu tersebut merupakan olahan mentok, dipanggang dengan bumbu spesial sehingga menghasilkan cita rasa berbeda, menyerupai sensasi iga bakar.
Ia menyebut, pelanggan yang datang tak hanya berasal dari wilayah Solo Raya, namun juga daerah lain seperti Semarang dan Surabaya. Beberapa di antaranya bahkan melakukan repeat order atau kembali berkunjung saat berwisata ke Karanganyar.
Salah satu pelanggan, Artodoyo, mengaku menyukai olahan mentok di Rumah Makan Rica-Rica Mentok Mbah Malem. Ia menilai cita rasa disajikan berbeda dengan rica-rica di tempat lain.
“Saya suka rica-rica mentok di sini, terutama rica-rica basah. Rasanya pedas, dagingnya empuk, dan bumbunya benar-benar terasa,” ucapnya.
Menurut Artodoyo, perpaduan bumbu kuat dengan tekstur daging mentok yang empuk menjadi alasan dirinya kembali berkunjung. Ia juga menilai suasana tempat makan nyaman untuk keluarga menjadi nilai tambah tersendiri.
Saat ini, selain pusat usaha di Mojogedang, Rica-Rica Mentok Mbah Malem juga telah membuka satu cabang di Tegalasri, Bejen, Karanganyar. Meski demikian, pusat operasional tetap berada di Mojogedang.
Mengusung konsep tradisional dan suasana ramah keluarga, Rica-Rica Mentok Mbah Malem berupaya mempertahankan cita rasa turun-temurun, sekaligus menghadirkan pengalaman kuliner khas Jawa bagi masyarakat Karanganyar dan sekitarnya.
*) Reporter: Rusida Kurnia Saputri/Diswa Aulia Putri
