Ayam dimasukkan ke kandang sebelum dibagikan kepada keluarga prasejahtera di Kabupaten Sragen
SRAGEN, solotrust.com - Bantuan ternak ayam diberikan kepada 120 keluarga prasejahtera di Kabupaten Sragen melalui pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng). Penyerahan bantuan dari Banter Melaju (Paguyuban Peternak Membangun Keluarga Maju) ini dilakukan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Tengah, Wulan Purnamasari, bersama perwakilan Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah di Ndayu Park, Sragen, Selasa (06/10/2026).
Masing-masing penerima manfaat memperoleh bantuan berupa sepuluh ekor ayam, terdiri atas sembilan ekor betina dan satu ekor pejantan. Paket bantuan juga dilengkapi kandang, pakan sebanyak 50 kg, serta paket vitamin.
Program ini bertujuan memperkuat ketahanan pangan tingkat keluarga, sekaligus mendorong peningkatan perekonomian masyarakat prasejahtera. Dalam penyampaiannya, anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah Daerah Pemilihan (Dapil) 6, Wulan Purnamasari, menekankan agar bantuan ternak ayam dipelihara dan tidak diperjualbelikan.
"Saya kebetulan diutus Ketua DPRD (Sumanto) untuk mewakili bertemu dengan teman-teman penerima bantuan. Bantuan ini harus kita jaga dan manfaatkan dengan baik agar dapat menambah penghasilan serta memegang amanah. Jangan sampai begitu diterima, malah dijual ke pasar," ujar Wulan Purnamasari.
.jpg)
Ayam disalurkan merupakan jenis ayam kampung unggul dari Tulungagung, Jawa Timur. Pengadaannya berada di bawah pengawasan Balai Pengembangan Ayam Maron Temanggung milik Dinas Pertanian dan Peternakan Jateng.
Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Prasarana dan Sarana Dinas Pertanian dan Peternakan Jawa Tengah, Opik Mahendra, mengutarakan program Banter Melaju dirancang sebagai stimulan dan modal awal usaha peternakan skala rumah tangga.
"Bantuan ini merupakan stimulan untuk masyarakat. Total bantuan yang disalurkan mencapai 1.200 ekor ayam," jelasnya.
Adapun untuk memastikan program berjalan tepat sasaran dan berkelanjutan, Dinas Pertanian dan Peternakan Jawa Tengah menerjunkan petugas kesehatan hewan, dokter hewan, serta Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) guna memantau, mengevaluasi, dan mendampingi warga dalam budidaya hingga pengembangan jaringan pasar. (wah)
