Ilustrasi (Foto: Pixabay/PIRO4D)
SOLO, solotrust.com - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Moewardi Solo memastikan kesiapan menghadapi potensi kasus Virus Nipah di Indonesia.
Dokter spesialis paru RSUD Dr Moewardi, Jatu Apridasari, mengatakan fasilitas kesehatan telah memiliki sistem deteksi dini menggunakan pemeriksaan PCR untuk mengidentifikasi virus tersebut.
“Virus Nipah bukan hal baru di dunia medis. Kami sudah mengenalnya sejak lama dan memiliki protokol penanganan penyakit infeksi emerging,” ungkapnya.
Menurut Jatu Apridasari, rumah sakit telah menyiapkan ruang isolasi airborne, alat pelindung diri (APD), serta tenaga medis berpengalaman yang sebelumnya menangani Covid-19 dan flu burung.
“Kami siap menghadapi kemungkinan terburuk. Sistem sudah tertata, sumber daya manusia (SDM) terlatih, dan fasilitas memadai,” tegasnya.
Meski demikian, Jatu Apridasari menekankan pencegahan tetap menjadi langkah utama. Masyarakat diminta menjaga imunitas dengan pola makan seimbang, tidur cukup minimal tujuh jam, serta menghindari stres berlebihan.
Ia juga menyarankan penggunaan masker saat berada di ruang tertutup seperti transportasi umum, terutama jika kondisi tubuh sedang tidak fit.
“Belajar dari pandemi sebelumnya, disiplin individu sangat menentukan. Jangan tunggu ada kasus baru kita waspada,” tutur Jatu Apridasari.
Adapun hingga kini belum ada laporan kasus Virus Nipah di Indonesia. Kendati demikian, pemerintah dan fasilitas kesehatan disebut terus melakukan pemantauan.
“Kita berharap virus ini tidak masuk ke Indonesia, tetapi jika itu terjadi, sistem kesehatan kita sudah jauh lebih siap dibandingkan beberapa tahun lalu,” pungkasnya. (Mutiara Agustina)
