Wakil Wali Kota Solo, Astrid Widayani dalam giat Panen Raya dan Swasembada Pangan di Kelurahan Banyuanyar, Banjarsari, Solo, Rabu (07/01/2026)
SOLO, solotrust.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Solo siap mendorong pemanfaatan lahan terbatas untuk urban farming. Upaya itu dilakukan guna mendukung swasembada pangan wilayah berupa pertanian hingga peternakan.
Hal itu disampaikan Wakil Wali Kota Solo, Astrid Widayani dalam giat Panen Raya dan Swasembada Pangan dihelat Kementerian Pertanian Republik Indonesia secara online, Rabu (07/01/2026), bersama kelompok tani di Kelurahan Banyuanyar, Banjarsari, Solo.
Dalam kunjungannya, ia mendorong kelompok tani agar memanfaatkan lahan terbatas untuk bertani maupun beternak. Astrid Widayani juga meninjau peternakan ayam yang sebelumnya menerima bantuan 600 ekor ayam dari Kementerian Pertanian.
“Bantuan ayam petelur ini diharapkan bisa dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat. Selain untuk memenuhi gizi, program ini dapat menjadi sumber penghasilan berkelanjutan untuk masyarakat," ungkapnya.
Dalam kesempatan sama, Astrid Widayani juga meninjau kolam budi daya lele yang digarap masyarakat setempat di kawasan Kelurahan Banyuanyar. Pihaknya berharap budi daya ikan air tawar tak hanya sebatas dipanen untuk langsung dikonsumsi, namun juga bisa ditingkatkan nilainya dengan diolah menjadi produk-produk pangan baru. Misalnya diolah menjadi abon, nugget, bakso, atau produk olahan pangan lainnya.
“Lele ini relatif mudah dibudidaya. Tidak perlu lahan luas, cepat panen, punya kandungan gizi baik, dan bisa dikembangkan jadi produk olahan bernilai ekonomis tinggi. Ini bisa jadi solusi ketahanan pangan, sekaligus penguatan ekonomi masyarakat,” tandas Astrid Widayani.
Dia menegaskan, program urban farming dikelola masyarakat seperti berkebun dan beternak di lahan terbatas, sejalan dengan upaya pemerintah kota dalam mendorong tumbuhnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari sektor pangan. Oleh sebab itu, peningkatan nilai tambah produk lokal perlu dioptimalkan agar bisa membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat.
Saat ini produktivitas lahan persawahan di Kota Solo mencapai 7,6 ton per hektare dengan total luas lahan 16,72 hektare. Untuk itu, Pemkot Solo akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat, khususnya dalam mendukung berbagai program ketahanan pangan, seperti budidaya ikan air tawar, pengembangan peternakan skala rumah tangga, hingga penguatan melalui pendampingan dan pelatihan.
"Kami optimistis dapat berkontribusi dalam mendukung program swasembada pangan nasional, sekaligus mewujudkan ketahanan pangan berkelanjutan di tengah keterbatasan lahan perkotaan,” tegas Astrid Widayani.
Khusus Kota Solo yang bukan sebagai wilayah penyangga pangan, baik dari sektor pertanian atau peternakan, fokus saat ini memang pada upaya urban farming, baik di lahan milik instansi pemerintah, sekolah, maupun di lingkungan permukiman. Semua bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dan peningkatan ekonomi.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Solo, Wahyu Kristina menambahkan, sejauh ini pemkot telah memberikan bantuan berupa benih tanaman maupun benih ikan.
“Ada pula bantuan untuk jenis hewan ternak lainnya plus pendampingan untuk kelompok-kelompok tani dari pembudidayaan hingga penguatan produk pangan lainnya,” ungkapnya. (add)
