Ilustrasi (Foto: Pixabay/GerBar)
JAKARTA, solotrust.com - PT TASPEN (Persero) kembali mengingatkan para peserta aktif maupun pensiunan untuk mewaspadai maraknya modus penipuan mengatasnamakan perusahaan, khususnya melalui panggilan video dan permintaan biaya bermodus meterai.
Dalam beberapa hari terakhir, TASPEN mendeteksi adanya aksi penipuan dilakukan oknum tak bertanggung jawab dengan meminta data pribadi peserta melalui panggilan video. Modus lainnya adalah permintaan uang pengganti meterai senilai Rp10.000 dengan berpura-pura sebagai pegawai resmi perusahaan.
TASPEN menegaskan seluruh layanan perusahaan bersifat gratis dan tak pernah meminta biaya dalam bentuk apa pun. Perusahaan juga memastikan tak pernah meminta data peserta melalui media komunikasi online seperti telepon video.
Corporate Secretary PT TASPEN (Persero), Henra, mengatakan peningkatan kewaspadaan peserta sangat penting guna mencegah kebocoran data maupun kerugian finansial.
“Kami mengimbau kepada seluruh peserta TASPEN untuk terus meningkatkan kewaspadaan terhadap segala bentuk informasi yang mengatasnamakan TASPEN,” ujar Henra, dilansir dari laman Kabar BUMN, Rabu (03/12/2025).
“Kami juga menegaskan bahwa seluruh layanan TASPEN gratis dan tidak pernah meminta data peserta melalui panggilan video atau metode komunikasi daring lainnya,” tambahnya.
Dalam imbauannya, TASPEN meminta peserta untuk menerapkan prinsip Tahan, Pastikan, dan Laporkan setiap kali menerima informasi mencurigakan, baik melalui telepon, pesan singkat, maupun tautan digital.
Peserta diharapkan menahan diri untuk tak langsung merespons pesan yang terlihat janggal, memastikan kebenaran informasi melalui kanal resmi TASPEN, serta melaporkan potensi penipuan demi mencegah kerugian lebih besar.
Langkah ini merupakan bagian dari komitmen TASPEN dalam memperkuat keamanan digital peserta, sekaligus mendukung Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto dalam mewujudkan tata kelola bersih dan meningkatkan kesejahteraan peserta.
