Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo bersama Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meresmikan jembatan penghubung Desa Cucukan dan Desa Kotesan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Rabu (14/01/2026). (Foto: jatengprov.go.id)
KLATEN, solotrust.com - Jembatan penghubung Desa Cucukan dan Desa Kotesan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, akhirnya kembali berfungsi setelah sempat terputus selama lima tahun akibat banjir.
Pembangunan jembatan dilakukan melalui kolaborasi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) dan Polres Klaten, sehingga konektivitas dan mobilitas warga kembali lancar. Jembatan Merah Putih di Dukuh Matangan, Desa Cucukan, diresmikan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo bersama Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Rabu (14/01/2026).
Jembatan ini menjadi satu dari 19 Jembatan Merah Putih diresmikan serentak di berbagai daerah. Kapolri berharap keberadaan jembatan tersebut dapat mempermudah mobilitas masyarakat, sekaligus mendorong peningkatan perekonomian warga.
“Mudah-mudahan jembatan ini benar-benar bisa bermanfaat bagi anak-anak kita, masyarakat, petani, dan seluruh pihak yang memanfaatkannya,” kata Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, dilansir dari Portal Informasi Warga Jateng, jatengprov.go.id.
Ia menjelaskan, di Jawa Tengah terdapat rencana pembangunan dan perbaikan 63 jembatan melalui kolaborasi Pemprov Jateng dan jajaran Polda Jateng. Adapun hingga saat ini, 19 jembatan telah selesai dibangun, termasuk Jembatan Merah Putih di Desa Cucukan, sementara sisanya masih dalam proses pengerjaan.
“Pengerjaan jembatan juga melibatkan langsung masyarakat sekitar, sehingga terjalin interaksi dan gotong royong yang baik. Secara nasional, sudah terbangun 171 jembatan, Jawa Tengah menjadi provinsi dengan jumlah terbanyak,” jelas kapolri.
Jembatan di Dukuh Matangan kali pertama dibangun masyarakat secara swadaya pada 1981. Jembatan ini menjadi akses penting penghubung Desa Cucukan dan Desa Kotesan sebelum akhirnya terputus akibat banjir pada 2021, sehingga warga harus menempuh jalur memutar.
Pada 2025, Pemprov Jateng mengucurkan bantuan senilai Rp400 juta, ditambah swadaya dari Polres Klaten untuk membangun kembali jembatan dengan panjang 12 meter dan lebar empat meter.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya (DPUBMCK) Provinsi Jawa Tengah, Hanung Triyono, menyebut pembangunan jembatan sebagai bukti kolaborasi dan gotong royong antara Pemprov Jateng dan Polri dalam penyediaan layanan dasar masyarakat.
Hal itu sejalan dengan arahan Presiden RI Prabowo Subianto dan Gubernur Jateng Ahmad Luthfi untuk mempercepat pembangunan infrastruktur layanan dasar, seperti jembatan dan jalan. Pada 2026 terdapat 679 usulan pembangunan dan rehabilitasi jembatan di Jawa Tengah yang diajukan ke pemerintah pusat, mencakup jembatan penyeberangan orang, jembatan gantung, dan rehabilitasi jembatan di 35 kabupaten/kota.
“Usulan tersebut akan diverifikasi terlebih dahulu, termasuk kelanjutan program kolaborasi dengan Polri agar pembangunan berjalan berkesinambungan dan mendukung aktivitas pendidikan, pertanian, serta sektor lainnya,” kata Hanung Triyono.
Selain pembangunan jembatan, Pemprov Jateng juga mendukung perbaikan ruas jalan provinsi serta berkolaborasi dengan pemerintah kabupaten/kota untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah. Upaya ini ditujukan untuk mendukung kelancaran akses pendidikan, distribusi hasil panen, dan pertumbuhan ekonomi.
Pemprov Jateng juga mengalokasikan anggaran sekira Rp30 miliar untuk perbaikan irigasi tersier sebagai infrastruktur pendukung program swasembada pangan, dikoordinasikan melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan.
