Acara penutupan TMMD sengkuyung tahap II diresmikan Bupati Boyolali M Said Hidayat dan Komandan Kodim (Dandim) 0724 Boyolali Letkol Inf Wiweko Wulang Widodo, Kamis (10/08/2023). (Foto: Dok. solotrust.com/jaka)
BOYOLALI, solotrust.com – TNI AD Kodim 0724 Boyolali telah melakukan betonisasi sepanjang 1083 meter di Desa Sukorejo, Kecamatan Musuk, Boyolali dalam kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) sengkuyung tahap II tahun anggaran 2023.
Acara penutupan TMMD sengkuyung tahap II diresmikan Bupati Boyolali M Said Hidayat dan Komandan Kodim (Dandim) 0724 Boyolali Letkol Inf Wiweko Wulang Widodo, Kamis (10/08/2023).
Bupati Boyolali, M Said Hidayat menjelaskan, jalan yang telah diresmikan diharapkan bisa bermanfaat bagi masyarakat. Kegiatan ini juga merupakan bukti sinergitas antara TNI, Polri, pemerintah daerah (Pemda), dan warga masyarakat.
“Terima kasih telah menjaga kekompakan untuk mewujudkan Boyolali semakin cepat ke depan dengan semangat kegotongroyongan. Saya apresiasi untuk masyarakat Sukorejo, Kecamatan Musuk. Tetap jaga persatuan dan kesatuan, kita dasari pembangunan dengan nilai-nilai Pancasila,” katanya.
Sementara itu, Dandim 0724 Boyolali, Letkol Inf Wiweko Wulang Widodo mengungkapkan, luas wilayah dalam program betonisasi jalan, yakni sepanjang 1083 meter, lebar 3,4 meter, dan tebal 0,12 meter, serta talud sepanjang 284 meter, lebar 0,45 meter, dan tinggi 0,80 meter.
Selain sasaran fisik, kegiatan TMMD sengkuyung tahap dua ini juga menyasar nonfisik.
“Telah dilaksanakan dengan hasil seratus persen. Semoga jalan ini dapat diperguankan dengan maksimal oleh masyarakat dan meningkatkan perekonomian masyarakat, khususnya Desa Sukorejo, Kecamatan Musuk,” ungkap dandim.
Di lain pihak, Kepala Desa Sukorejo, Erik Darmadi mengungkapkan rasa terima kasih kepada bupati dan dandim atas dibangunnya jalan di desanya. Dengan adanya pembangunan diharapkan mampu mengembangkan perekonomian masyarakat sekitar.
“Akses jalan untuk warga, untuk perekonomian atau jalan, akses kegiatan bisa terbangun. Ini memudahkan warga kami untuk bisa ke mana saja, akses ekonomi di Desa Sukorejo bisa berjalan dengan baik,” ucapnya.
Jalan proyek TMMD menghubungkan beberapa dukuh di Desa Sukorejo yang juga menjadi akses masyarakat sekitar saat beraktivitas. Selesainya pembangunan jalan ini atas kerja sama TNI bersama masyarakat desa setempat. Sebelumnya, ruas jalan tersebut berupa jalan setapak berukuran satu hingga dua meter.
Pembangunan jalan menelan anggaran sebesar Rp749,9 juta. Jumlah ini berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jawa Tengah sebesar Rp229 juta, APBD Kabupaten Boyolali Rp500 juta, dan dana swadaya masyarakat sebesar Rp20,9 juta.
Peresmian jalan dan talud ditandai pemotongan pita dan penandatangan prasasti oleh bupati dan dandim 0724/Boyolali. Usai penandatanganan prasasti, rombongan menuju lapangan desa setempat untuk mengikuti upacara penutupan TMMD. (jaka)
