Sekjen Kementerian Agama (Kemenag), Kamaruddin Amin saat menghadiri peresmian Fakultas Saintek UIN Raden Mas Said Surakarta, Rabu (24/06/2026), (Foto: Humas UIN Surakarta)

SUKOHARJO, solotrust.com - Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta kini membuka Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek). Fakultas baru ini semakin melengkapi pilihan calon mahasiswa yang ingin kuliah di UIN Surakarta.

Sekjen Kementerian Agama (Kemenag), Kamaruddin Amin, menilai pembukaan Fakultas Saintek menjadi langkah strategis dalam penguatan sains dan teknologi di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). Menurutnya, ini menjadi salah satu kunci dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Maju. 

Fakultas Saintek berdiri setelah terbit Peraturan Menteri Agama Nomor 48 Tahun 2025 tentang perubahan atas PMA Nomor 26 Tahun 2021 mengenai Organisasi dan Tata Kerja UIN Raden Mas Said Surakarta. Pembukaan Fakultas Saintek UIN Raden Mas Said Surakarta menjadi langkah penting untuk memperkuat kontribusi pendidikan tinggi keagamaan dalam mendukung agenda pembangunan nasional.

Alhamdulillah UIN Surakarta kini memiliki Fakultas Saintek. Ini merupakan instrumen penting untuk mendukung transformasi menuju Indonesia Maju, sekaligus mengawal berbagai program prioritas pemerintah dan Kementerian Agama,” kata Kamaruddin Amin, saat menghadiri peresmian Fakultas Saintek UIN Raden Mas Said Surakarta, Rabu (24/06/2026), dilansir dari laman resmi Kementerian Agama RI, kemenag.go.id.

Lebih lanjut, Kamaruddin Amin menegaskan, pencapaian visi Indonesia Maju membutuhkan kolaborasi seluruh elemen bangsa, termasuk perguruan tinggi yang berperan sebagai pusat pengembangan pengetahuan dan inovasi.

“Transformasi tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan sinergi seluruh sumber daya yang kita miliki. Dalam konteks ini, kampus memiliki posisi sangat strategis, bahkan dapat menjadi penggerak perubahan yang menentukan,” ujarnya.

Kamaruddin Amin berharap, Fakultas Ssaintek UIN Surakarta mampu menjadi rujukan bagi kampus-kampus lain dalam mengembangkan pendekatan keilmuan selaras dengan isu-isu global, terutama pelestarian lingkungan hidup. Ia mengapresiasi hadirnya Program Studi Ilmu Lingkungan dinilai sejalan dengan penguatan program Ekoteologi yang saat ini menjadi salah satu prioritas Kementerian Agama.

“Isu lingkungan telah menjadi perhatian dunia. Karena itu, saya berharap Fakultas Saintek UIN Surakarta dapat menjadi contoh dalam mengimplementasikan ekoteologi secara nyata melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” ungkapnya.

Menurut Kamaruddin Amin, integrasi antara sains, teknologi, dan nilai-nilai keagamaan menjadi modal penting dalam melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, namun juga memiliki kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan dan kemanusiaan.

Kehadiran Fakultas Saintek di UIN Raden Mas Said Surakarta diharapkan semakin memperkuat peran PTKIN sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan yang responsif terhadap tantangan zaman, sekaligus berkontribusi dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.