ISI Surakarta Resmi Buka PKKMB 2026/2027 untuk 1.302 Maru
SOLO, solotrust.com– Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta secara resmi membuka rangkaian kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2026/2027. Acara pembukaan ini berlangsung khidmat di Pendopo Joyokusumo ISI Surakarta pada Selasa (18/8).
Rektor ISI Surakarta, Bondet Wrahatnala, membuka acara secara simbolis yang ditandai dengan pemukulan gong di hadapan 1.302 mahasiswa baru dari berbagai fakultas yang hadir.
Pada tahun akademik ini, panitia pelaksana memilih tema "Dananjaya" sebagai maskot dan esensi utama kegiatan pengenalan kampus. Dananjaya merupakan nama lain dari tokoh pewayangan ksatria Arjuna yang dikenal sangat mahir memainkan busur panah bernama Gandiva. Pilihan maskot filosofis ini merepresentasikan sebuah proses panjang yang harus dilalui oleh setiap mahasiswa seni sebelum mencapai tingkat kematangan optimal dalam berkarya di tengah masyarakat.
Dalam pidato sambutannya, Rektor ISI Surakarta menyampaikan bahwa PKKMB bukan sekadar agenda pengenalan fasilitas fisik kampus, jajaran dosen, atau organisasi kemahasiswaan semata.
"Momentum berharga ini merupakan langkah awal bagi seluruh mahasiswa baru untuk memulai perjalanan mendalam dalam mengenali potensi diri sendiri, menemukan karakter suara kreatif, dan menentukan kontribusi karya nyata yang ingin dihadirkan bagi masyarakat luas." Katanya.
Rektor juga menegaskan bahwa kehidupan kampus merupakan transisi krusial untuk membentuk pribadi yang jauh lebih dewasa, mandiri, berintegritas tinggi, tangguh, serta adaptif terhadap atmosfer akademik.
Lebih lanjut, Rektor mengaitkan perjalanan spiritual tokoh ksatria Arjuna dengan proses adaptasi para mahasiswa seni baru di lingkungan ISI Surakarta. Arjuna harus belajar keras, berlatih secara konsisten, mengendalikan hawa nafsu diri, dan bersabar dalam waktu lama sebelum akhirnya memperoleh senjata legendaris bernama Pasopati.
Simbolisme tersebut bermakna sangat dalam bahwa kemampuan seni sejati tidak pernah lahir secara instan atau tiba-tiba. Bakat tersebut harus ditempa lewat rentetan kegagalan, kritik tajam, eksperimen tanpa henti, ruang diskusi, latihan fisik, dan kegelisahan kreatif.
Mahasiswa baru diingatkan agar tidak lekas berpuas diri pada semester awal pendaftaran dan tidak takut menghadapi kegagalan proses belajar.
Menghadapi era modern yang kompetitif, Rektor mengidentifikasi tantangan mahasiswa saat ini bukan lagi berupa sosok raksasa fisik seperti Niwatakawaca.
Tantangan nyata hari ini hadir dalam wujud kemajuan teknologi seperti distraksi digital, budaya serba cepat, tekanan sosial yang masif, serta keinginan instan untuk sekadar menjadi viral di media sosial. Guna menjawab tantangan zaman tersebut, orientasi PKKMB tahun ini diarahkan sepenuhnya untuk mencetak lulusan unggul yang berkarakter, inovatif, berwawasan global, dan mampu menghasilkan karya mendunia dengan tetap berakar kuat pada nilai warisan budaya Nusantara.
Pada kesempatan berharga tersebut, Bondet Wrahatnala menitipkan tiga pesan penting kepada seluruh peserta PKKMB demi kelancaran studi. Pertama, menjadi mahasiswa yang berkarakter tinggi dengan menjunjung etika akademik, menghormati seluruh dosen dan tenaga kependidikan, menghargai hak cipta orang lain, serta menjauhi segala bentuk tindakan plagiasi. Penggunaan teknologi digital canggih dan kecerdasan artifisial harus dilakukan secara bertanggung jawab demi menjaga kejujuran intelektual. Kedua, mahasiswa didorong untuk berani berinovasi memanfaatkan teknologi baru tanpa melupakan kekayaan seni tradisi lokal yang ada di lingkungan Solo. Ketiga, karya seni yang diciptakan tidak boleh hanya berhenti pada aspek keindahan visual atau sekadar keviralaran sesaat, melainkan harus memberikan dampak konkret yang bermakna bagi kehidupan sosial audiens global.
Pihak rektorat juga memberikan jaminan penuh bahwa lingkungan belajar di kampus akan selalu mengedepankan asas keamanan, kenyamanan, serta prinsip humanis yang bersih dari segala bentuk kekerasan fisik maupun verbal. Tidak ada ruang toleransi sedikit pun bagi praktik perploncoan kolot atau tindakan yang merendahkan martabat manusia di dalam kawasan institusi. Rektor berharap agar mahasiswa baru dapat menemukan "Pasopati" versi mereka sendiri dalam wujud ilmu pengetahuan, keterampilan teknis, karakter yang kokoh, serta keberanian berkarya nyata demi masa depan.
Acara ini resmi ditutup dengan gaungan semangat "Kampus Berdampak" dan "Salam Kolabodatif" dari seluruh peserta.
