Seorang warga lereng Gunung Merapi, tepatnya di Desa Tlogolele, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah yang sebelumnya dilaporkan hilang akibat terseret arus sungai hulu Merapi, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di wilayah Kabupaten Magelang

BOYOLALI, solotrust.com – Seorang warga lereng Gunung Merapi, tepatnya di Desa Tlogolele, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah yang sebelumnya dilaporkan hilang akibat terseret arus sungai hulu Merapi, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di wilayah Kabupaten Magelang.
 
Korban diketahui bernama Yatin (56). Ia diduga terseret banjir lahar dingin yang terjadi setelah hujan deras mengguyur kawasan puncak Merapi. Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boyolali, Suratno, mengatakan korban ditemukan pada Rabu (04/03/2026) sekira pukul 10.00 WIB di Kali Pabelan, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang.
 
“Kami menerima laporan korban ditemukan sekitar pukul 10.00 WIB di Kali Pabelan,” kata Suratno kepada wartawan.
 
Kali Pabelan merupakan alur dari Kali Apu yang berhulu di kawasan puncak Merapi. Jarak lokasi penemuan korban diperkirakan sekira 12 kilometer dari titik awal korban diduga terseret banjir di Kali Apu, Desa Tlogolele.
 
“Setelah dievakuasi, jenazah korban dibawa ke RSUD Muntilan, Magelang. Dari hasil pemeriksaan, korban dinyatakan meninggal dunia dengan luka terutama di bagian kepala,” jelas Suratno.
 
Kendati mengalami luka, kata dia, kondisi fisik korban masih dapat dikenali pihak keluarga dan warga yang datang ke rumah sakit. Hasil pemeriksaan sidik jari dan proses identifikasi lainnya juga memastikan jenazah tersebut adalah Yatin.
 
“Hingga pukul 12.45 WIB, jenazah masih berada di RSUD Muntilan sebelum akhirnya diserahkan kepada keluarga untuk dibawa pulang dan dimakamkan.” tambah Suratno.
 
Sebelum kejadian, hujan deras mengguyur kawasan puncak Merapi sekira pukul 15.30 WIB. Saat itu terdengar suara gemuruh dari arah hulu sungai. Informasi dari pos pengamatan kemudian disampaikan kepada masyarakat.
 
Selang 30 hingga 60 menit kemudian, banjir lahar dingin dilaporkan sudah sampai di Kali Apu wilayah Desa Tlogolele, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali. Ketinggian air di Kali Apu saat itu diperkirakan mencapai satu meter.
 
Peristiwa tersebut menyebabkan korban diduga terseret arus. Operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) dilakukan sejak pagi hari hingga akhirnya korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di wilayah Magelang. (jaka)