Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan bersama Ketua PWA Jawa Tengah Eny Winaryati saat pembukaan Jambore Milad ke-109 Aisyiyah dan Hari Keluarga Nasional (Harganas) 2026 di Wonder Park Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Sabtu (27/06/2026)
KARANGANYAR, solotrust.com - Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan pemerintah saat ini memfokuskan pembenahan internal Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar pelaksanaannya kembali berjalan optimal. Hal itu disampaikannya saat menghadiri pembukaan Jambore Milad ke-109 'Aisyiyah dan Hari Keluarga Nasional (Harganas) 2026 di Wonder Park Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Sabtu (27/06/2026).
Zulkifli Hasan bilang, pemerintah telah melakukan langkah tegas terhadap berbagai persoalan dalam pelaksanaan program MBG, termasuk pergantian manajemen dan proses hukum terhadap pihak yang terbukti melakukan pelanggaran.
"Kita mulai fokus memperbaiki internal. Setelah manajemennya diganti dan presiden mengambil tindakan tegas kepada pihak yang bersalah, kami membenahi agar program makan bergizi yang sangat diperlukan masyarakat itu dapat terus dilanjutkan," ungkapnya
Sementara terkait program pemerintah lainnya, yakni Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), Zulkifli Hasan mengutarakan, kopdes bukanlah supermarket, melainkan infrastruktur pemerintah yang berfungsi menyalurkan berbagai bantuan, seperti bantuan sosial, Program Keluarga Harapan (PKH), hingga sarana dan alat pertanian.
"Koperasi desa juga berperan menjaga stabilitas harga hasil pertanian. Apabila harga gabah maupun komoditas lain berada di bawah harga acuan, koperasi akan melakukan pembelian untuk kemudian disalurkan sesuai kebutuhan, termasuk ke Bulog maupun Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)," kata dia.
Ditambahkan, program KDMP masih dalam tahap persiapan. Pemerintah menargetkan penyiapan manajer koperasi dimulai pada Oktober mendatang. Dengan begitu, sebagian dari sekira 36 ribu koperasi desa dapat mulai beroperasi pada akhir tahun, sedangkan sisanya akan dilanjutkan secara bertahap pada tahun berikutnya.
Sebagai informasi, Jambore Milad ke-109 'Aisyiyah diselenggarakan Pimpinan Wilayah 'Aisyiyah (PWA) Jawa Tengah pada 27 hingga 28 Juni 2026. Kegiatan ini diikuti sekira 600 kader dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah dengan mengusung tema 'Memperkokoh Dakwah Kemanusiaan untuk Mewujudkan Perdamaian melalui Penguatan Qaryah Thayyibah, Ketahanan Pangan, dan Pencegahan Stunting serta Kemiskinan Ekstrem.'
Ketua PWA Jawa Tengah, Eny Winaryati, mengatakan peringatan Milad ke-109 ‘Aisyiyah bertepatan dengan Hari Keluarga Nasional ini merupakan momentum strategis untuk memperkuat peran perempuan dalam membangun keluarga tangguh, masyarakat berdaya, dan bangsa yang berkemajuan.
“Dakwah kemanusiaan yang dikembangkan ‘Aisyiyah tidak hanya diwujudkan melalui pengajian dan pendidikan, tetapi juga melalui aksi nyata pemberdayaan masyarakat. Penguatan Qaryah Thayyibah, ketahanan pangan keluarga, pencegahan stunting, dan pengurangan kemiskinan ekstrem. Ini merupakan bagian dari ikhtiar mewujudkan masyarakat sehat, mandiri, berkeadaban, dan hidup dalam suasana damai,” jabarnya. (joe)
