Puncak peringatan Hari Desa Nasional di Boyolali Jawa Tengah, Kamis (15/01/2026)
BOYOLALI, solotrust.com – Festival Film Desa menjadi salah satu ajang yang digelar dalam rangka Peringatan Hari Desa Nasional (HDN) 2026. Ajang ini diikuti sekira 300 judul film dari berbagai daerah di Indonesia, menampilkan potensi, kearifan lokal, serta ciri khas desa masing-masing.
Adapun dari ratusan judul film itu terpilih lima film terbaik yang masuk babak final. Kelima finalis berkesempatan ditonton langsung Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia (Mendes PDT RI) Yandri Susanto, Wakil Menteri Desa dan PDT RI Ahmad Riza Patria, beserta jajaran pejabat Kementerian Desa dan PDT. Turut hadir pula Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno, didampingi Bupati Boyolali Agus Irawan dan Wakil Bupati Dwi Fajar Nirwana.
Menghidupkan kembali suasana khas desa tempo dulu, pemutaran film dilakukan melalui layar tancap di halaman Gedung Lembu Sora, Sekretariat Daerah Kabupaten Boyolali, Kamis (14/01/2026) malam. Seluruh tamu undangan tampak menikmati setiap film yang ditayangkan dalam suasana penuh keakraban.
Direktur Jenderal Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal Kementerian Desa dan PDT, Samsul Widodo, mengatakan Festival Film Desa merupakan upaya untuk menggali potensi terpendam masyarakat desa, khususnya di bidang perfilman.
Ia mengungkapkan, berdasarkan data, jumlah penonton film di Indonesia mencapai 80 juta orang per tahun dengan 60 persen di antaranya merupakan penonton film lokal. Bahkan, nilai ekonomi industri film nasional mampu menembus angka Rp130 triliun.
“Banyak film laris di Indonesia yang mengangkat tema desa, tetapi masyarakat desa justru belum bisa menikmati keberhasilan tersebut. Karena itu, Festival Film Desa ini akan kami jadikan agenda tahunan dalam setiap Peringatan HDN,” kata Samsul Widodo.
Ia juga menyoroti masih minimnya jumlah gedung bioskop di Indonesia, yakni 517 gedung dengan 2.145 layar di seluruh wilayah Indonesia. Padahal, jumlah pembuat film terus bertambah.
“Kami ingin menggerakkan kembali misbar atau bioskop keliling sebagai sebuah kampanye. Film-film ini nantinya bisa diputar di balai desa,” tambah Samsul Widodo.
Sementara itu, Mendes PDT RI, Yandri Susanto mengaku senang melihat antusiasme dan kualitas film yang diproduksi desa. Menurutnya, keterlibatan anak muda dalam pembuatan film desa menjadi hal positif untuk menekan laju urbanisasi.
“Kita khawatirkan sekarang adalah anak muda tidak lagi bangga menjadi orang desa. Ini berbahaya karena bisa mengancam keberlangsungan desa,” tegas Yandri Susanto.
Ia optimistis dengan komitmen bersama, desa-desa di Indonesia akan semakin maju dan mampu melahirkan sineas-sineas andal untuk bangsa.
“Insyaa Allah dari desa akan lahir sineas-sineas hebat untuk Republik Indonesia,” pungkas Yandri Susanto.
Adapun lima film finalis diputar pada malam tersebut adalah Mijil dari Kabupaten Gunungkidul, Kampung Abar dari Kota Jayapura, Panca Waluya dari Kabupaten Purwakarta, People dari Kabupaten Polewali Mandar, serta Update Status dari Kabupaten Banyuwangi. (jaka).
