Pertemuan warga perumahan Palur Permata Asri dengan Kades Palur Sugito dan bayan Panjangrejo, Sabtu (06/12/2025) malam

SUKOHARJO, solotrust.com - Keberadaan kandang bebek milik Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) Palur membuat warga perumahan Palur Permata Asri (PPA), Dukuh Panjangrejo, Desa Palur, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo menyampaikan keluhan kepada pihak desa. Selain serbuan lalat terus meningkat dalam dua pekan terakhir, tercatat ada lebih dari 23 warga dilaporkan mengalami diare.

Penyakit diare diduga terjadi akibat banyaknya lalat masuk rumah warga perumahan. Sementara dalam pertemuan antara warga dengan pemerintah desa, dihadiri Kepala Desa (Kades) Palur, Sugito serta Plt Bayan Panjangrejo, Sabtu (06/12/2025) malam, berbagai protes dan pertanyaan muncul dari warga PPA.

Sekretaris Paguyuban, Prima Puspoyoga bilang, pemerintah desa berkomitmen melakukan evaluasi dalam rapat. Kades akan mengevaluasi keberadaan kandang bebek pada Januari setelah panen kedua. Keberlanjutannya akan ditentukan melalui musyawarah desa bersama BPD.

"Saat rapat warga diminta menyampaikan aspirasi melalui surat keberatan resmi kepada pemerintah desa. Warga diminta membuat surat keberatan. Surat itu akan menjadi dasar musyawarah desa untuk memutuskan apakah kandang bebek dilanjutkan atau dihentikan,” beber Prima Puspoyoga.

Keluhan warga terkait keberadaan kandang bebek ini sudah berlangsung cukup lama. Terlebih, jarak kandang dengan perumahan terbilang cukup dekat, yakni hanya sekira 20 hingga 30 meter.

Salah satu warga PPA, Kevin Aprillio, mengatakan mereka tidak menolak keseluruhan program BUMDES. Warga hanya meminta agar jenis usaha yang dijalankan tak menimbulkan pencemaran atau risiko kesehatan.

“Bisa dibayangkan kalau kandang bebek itu dibangun di dekat Kantor Desa Palur, maka akibatnya akan sama yang dirasakan warga PPA. Kami mendukung program pemberdayaan desa, tapi kalau usaha berdampak pada kesehatan dan kenyamanan warga, tentu perlu dikaji ulang. Jika memungkinkan diganti dengan usaha lain yang lebih ramah lingkungan, kami siap mendukung,” ungkap Kevin Aprillio.

Dalam forum dialog, Kades Palur, Sugito menegaskan pemerintah desa menampung seluruh masukan warga.

“Kami mendengar semua keluhan warga. Nanti rencananya Januari akan ada evaluasi setelah panen kedua. Apakah usaha ini diteruskan atau dihentikan, itu akan dibahas dalam musyawarah desa bersama BPD,” kata Sugito.

Pihaknya menyebut, laporan dan surat resmi aduan dari warga akan memperkuat dasar pengambilan keputusan desa. Musyawarah Desa Palur direncanakan kembali digelar setelah panen kedua pada Januari 2026 mendatang.

“Silakan diajukan secara tertulis agar keputusan desa memiliki dasar yang kuat dan sesuai mekanisme,” pungkas Sugito. (joe)