Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) meluncurkan program pelatihan dan penempatan kerja bagi penyandang disabilitas di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (31/07/2026)

BOYOLALI, solotrust.com – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) meluncurkan program pelatihan dan penempatan kerja bagi penyandang disabilitas di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (31/07/2026). BAZNAS juga menyalurkan bantuan senilai Rp250 juta kepada 25 penyandang disabilitas.
 
Program ini menjadi upaya memperluas akses kerja, sekaligus mendorong kemandirian ekonomi dan peningkatan kesejahteraan penyandang disabilitas. Peluncuran program berlangsung di Kantor Bupati Boyolali, dihadiri Pimpinan BAZNAS RI Bidang Digitalisasi, Keuangan dan Operasional Mokhamad Mahdum, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, Bupati Boyolali Agus Irawan, Sekretaris Utama BAZNAS RI Subhan Cholid, serta para penerima manfaat.
 
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Digitalisasi, Keuangan dan Operasional, Mokhamad Mahdum, mengatakan pihaknya berkomitmen memberikan kesempatan setara bagi penyandang disabilitas, termasuk melalui pelatihan keterampilan dan akses terhadap dunia kerja.
 
"Keterbatasan akses terhadap pelatihan keterampilan, rendahnya tingkat penerimaan di dunia kerja, serta minimnya lingkungan kerja yang inklusif bagi penyandang disabilitas menjadi faktor utama memperlemah partisipasi angkatan kerja disabilitas. Inilah yang BAZNAS dan Kemnaker upayakan bersama, membuka akses pelatihan, pendampingan, dan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas," katanya kepada wartawan.
 
Program ini sejalan dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, menekankan pentingnya membangun ekosistem kerja inklusif dan bebas diskriminasi. 
 
"BAZNAS juga akan terus mengoptimalkan pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah untuk mendukung pemberdayaan penyandang disabilitas," tambah Mokhamad Mahdum.
 
Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menilai kolaborasi dengan BAZNAS menjadi langkah strategis dalam memperluas kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas di Indonesia.
 
"Ini adalah inisiatif luar biasa. Ada satu amanat konstitusi harus kita perjuangkan, yaitu setiap warga negara berhak mendapatkan pekerjaan dan penghidupan layak. Adanya pelatihan, saya yakin program ini harus dan bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya. Ini adalah upaya kita untuk memberikan kesempatan sama kepada semua orang," kata Yassierli.
 
Bupati Boyolali, Agus Irawan, mengapresiasi pelaksanaan program tersebut di wilayahnya. Menurutnya, kolaborasi BAZNAS dan Kemnaker akan memperkuat upaya pemerintah daerah dalam mewujudkan Kabupaten Boyolali semakin inklusif.
 
"Kami mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS RI dan Kementerian Ketenagakerjaan atas perhatian kepada masyarakat Boyolali. Semoga program ini dapat memberikan manfaat dan membuka lebih banyak kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk bekerja dan mandiri," bilang Agus Irawan.
 
Dalam program ini, BAZNAS RI menyalurkan bantuan senilai Rp250 juta kepada 25 penyandang disabilitas sebagai penerima manfaat. 
Bantuan digunakan untuk mendukung pelatihan keterampilan kerja, pendampingan intensif, serta fasilitasi penempatan kerja, disesuaikan dengan potensi penerima manfaat dan kebutuhan dunia usaha.
 
Kegiatan ini juga dihadiri wakil bupati Boyolali, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Boyolali, sekretaris daerah Kabupaten Boyolali, kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Tengah, ketua BAZNAS Provinsi Jawa Tengah, kepala perangkat daerah Kabupaten Boyolali, serta kepala dinas yang membidangi ketenagakerjaan se-Soloraya. (jaka)