Selebrasi pemain Persis Solo usai mencetak gol ke gawang Persita Tangerang dalam pertandingan terakhir BRI Super League 2025/2026, Sabtu (23/05/2026) sore. (Foto: Dok Tim Media Persis)

SOLO, solotrust.com - Suasana duka menyelimuti perjalanan Persis Solo di kompetisi BRI Super League musim ini. Laskar Sambernyawa harus terlempar dari kasta tertinggi sepak bola Tanah Air ke kompetisi Championship setelah berakhirnya pertandingan pekan ke-34 Super League, Sabtu, Mei 2026. 

Kepastian turun kasta ini tetap terjadi, meski tim kebanggaan Wong Solo sukses memetik kemenangan dalam laga pamungkas kontra Persita Tangerang dengan skor akhir 3-1. Kendati mendapatkan tambahan tiga poin, raihan itu nyatanya belum cukup membawa Persis lolos dari zona merah.
 
Direktur Persis Solo Saestu, Ginda Ferachtriawan, secara resmi menyampaikan permohonan maaf dengan penyesalan mendalam kepada seluruh suporter setia, Laskar Sambernyawa dalam sebuah pernyataan resmi. Ia mengakui, hasil diraih tim tak sesuai dengan ekspektasi dan janji yang telah diberikan kepada publik Kota Solo. 
 
Ginda Ferachtriawan menyebut, kekecewaan suporter adalah cerminan kegagalan manajemen dan tim dalam menjaga kebanggaan kota. 
 
"Saya tidak meminta kalian untuk melupakan rasa sakit ini. Simpanlah dan jadikan itu bahan bakar bagi kita semua untuk kembali ke tempat yang seharusnya," kata Ginda Ferachtriawan dalam pernyataannya yang diunggah di laman persissolo.id, Minggu, 24 Mei 2026.
 
Komitmen Restrukturisasi dan Evaluasi Menyeluruh
 
Dalam pernyataannya, Ginda Ferachtriawan juga menegaskan, pihaknya tak akan berpangku tangan. Setelah kompetisi usai, Persis Solo tak akan mengambil jeda panjang. 
 
Langkah konkret yang akan dilakukan meliputi tiga hal. Pertama, restrukturisasi semua lini, baik tim pelatih, official, maupun staf pendukung. Kedua, evaluasi menyeluruh jajaran kepelatihan untuk menyusun kembali kerangka tim yang lebih solid. 
 
Ketiga, perancangan kerangka tim baru dimulai pada Juni mendatang. Di lain sisi, Ginda Ferachtriawan menyatakan seluruh dinamika internal akan segera dilaporkan kepada para owner. 
 
"Kami berjanji, kami tidak akan membiarkan pengorbanan dan air mata kalian sia-sia. Kami akan segera berbenah, memperbaiki fondasi yang retak, dan bekerja dua kali lebih keras," tambahnya. 
 
Loyalitas Suporter Jadi Kunci Kebangkitan
 
Di tengah badai kekecewaan, Ginda Ferachtriawan mengapresiasi loyalitas suporter Sambernyawa yang tak pernah surut. Menurutnya, momen sulit seperti ini justru menjadi momentum untuk merekatkan barisan dan bangkit bersama. 
 
"Kita jatuh bersama hari ini, namun dengan dukungan kalian, saya yakin kita akan bangkit dan kembali dengan mentalitas yang jauh lebih kuat," tutup Ginda Ferachtriawan.