Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah (Disperindag Jateng) melakukan pantauan harga menjelang Hari Raya Idulfitri 2026 di pasar tradisional Kota Salatiga.

SEMARANG, solotrust.com - Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah (Disperindag Jateng) melakukan pantauan harga menjelang Hari Raya Idulfitri 2026 di sejumlah titik Kota Salatiga.

Dalam kegiatan kali ini, Disperindag Jateng bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta dinas terkait di Kota Salatiga memantau harga bahan pokok dan komoditas lainnya, termasuk makanan kemasan.

Kegiatan diawali dari Pasar Raya 1 Salatiga pada Selasa (03/03/2026). Disperindag Jateng, BPOM, dan dinas terkait lainnya mendatangi sejumlah lapak pedagang, seperti grosir kelontong, daging ayam, daging sapi, mi basah, dan juga ikan kering.

Hasil pantauan secara umum belum terlihat adanya kenaikan harga. Menurut pedagang, kenaikan harga biasanya terjadi pada H-7 Lebaran.

Adapun untuk saat ini, harga bawang putih masih stabil Rp34 ribu per kilogram, sedangkan bawang merah naik menjadi Rp40 ribu per kilogram dari semula Rp36 ribu per kilogram. Sementara cabai merah masih stabil di harga Rp35 ribu per kilogram, cabai setan naik menjadi Rp80 ribu per kilogram dari Rp75 ribu per kilogram. Daging ayam saat ini di harga Rp38 ribu per kilogram, sebelum Lebaran disinyalir akan naik menjadi Rp45 ribu per kilogram.

Kenaikan tersebut dirasa tak terlalu tinggi karena saat ini daya beli masyarakat sedang menurun. Kendati demikian, sejumlah pedagang mengaku saat ini permintaan dari beberapa dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) meningkat.

Tak hanya di pasar tradisional saja, Disperindag Jateng juga mendatangi swalayan untuk memantau produk makanan kemasan. Kualifikasi seperti kemasan rusak, tanggal kedaluwarsa, izin edar, dan suhu pada penyimpanan frozen food menjadi fokus pemantauan.

Hasil pantauan di lokasi ditemukan beberapa makanan kaleng rusak dan tidak layak jual. Selain itu, beberapa makanan olahan seperti tahu bakso tidak ada tanggal kedaluwarsa dan izin edarnya.

Kepala Disperindag Jateng, July Emmylia, mengatakan saat ini masyarakat harus lebih cerdas dalam membeli dan mengonsumsi makanan. Menurutnya, saat ini banyak makanan kemasan belum memenuhi standarisasi konsumsi bagi msyarakat.

“Masih banyak ditemukan bahan pengawet dan pewarna berbahaya di beberapa produk, jadi masyarakat harus menjadi konsumen yang cerdas,” ujarnya.