DPRD Provinsi Jawa Tengah menggelar pentas wayang kulit dalam rangka sosialisasi terhadap warga Dukuh Bulu, Desa Tegalgiri, Kecamatan Nogosari, Kabupaten Boyolali, Sabtu (19/05/2024)

BOYOLALI, solotrust.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) menggelar pentas wayang kulit dalam rangka sosialisasi terhadap warga
Dukuh Bulu, Desa Tegalgiri, Kecamatan Nogosari, Kabupaten Boyolali. Media tradisional bertema seni dan budaya memperkuat keberagaman  bangsa.
 
Pentas wayang kulit menampilkan empat dalang kondang asal Kabupaten Boyolali, yakni dalang cilik Ki Kondang Kalimosodo, Ki Kangko Boyolali, Ki Purbo Carito Boyolali, dan Ki Gondo Wartoyo. Pentas diawali dengan dalang cilik mengambil lakon Anoman Duta, sedangkan untuk lakon ketiga dalang adalah Bimo Meguru.
 
Pelaku seni, sekaligus dalang wayang kulit Ki Gondo Wartoyo menyambut baik adanya pentas ini. Menurutnya, acara pentas wayang kulit cukup luar biasa karena bisa menggerakkan pelaku seni budaya.
 
"Jadi Pak Sarno (Ketua Komisi B DPRD Jawa Tengah) ini mengadakan safari sejak pandemi Covid-19 sampai sekarang. Luar biasa ini, sangat memberi kekuatan terhadap pelaku seni budaya, terutama seniman pedalangan yang sudah berbulan-bulan diajak keliling safari sama Pak Sarno,” kata Ki Gondo Wartoyo, Minggu (19/05/2024).
 
Pentas wayang kulit kali ini turut dihadiri pelaku seni dan budaya dari berbagai daerah, sekaligus acara temu kangen para pelaku seni, di antaranya perajin gamelan dari Yogyakarta dan pelaku seni budaya se-Soloraya.
 
Sementara itu, Ketua Komisi B DPRD Jawa Tengah, Sarno mengatkan, safari sosialisasi ini merupakan program pemerintah di wilayah Jawa Tengah. DPRD mempunyai agenda setiap bulan menampikan media tradisional.
 
“Tiap anggota, setiap bulan mempunyai tanggung jawab kewajiban untuk menampilkan kesenian Jawa. Tidak hanya wayang kulit saja, tapi juga bisa menampilkan reog, topeng ireng dan lain sebagainya,” ungkapnya.
 
Sarno mengaku sangat senang dengan adanya sosialisasi media tradisonal karena bisa menghidupkan kembali kebudayaan Jawa, tidak terkikis budaya dari luar.
 
“Insyaa Allah dengan adanya anak-anak yang sudah ada minat untuk masuk kembali ke sini, seni budaya kita yang asli Jawa ini bisa tumbuh kembali, tidak akan terkikis dan tidak akan punah," ucapnya. (jaka)