Suasana Pasar Legi Solo pada hari Kamis (16/07/2026).
SOLO, solotrust.com- Harga komoditas bawang di Pasar Legi Solo mengalami perubahan pada Kamis (16/07/2026). Bawang merah tercatat mengalami penurunan harga, sedangkan bawang putih masih bertahan pada harga yang relatif tinggi.
Salah seorang pedagang di Pasar Legi Solo, Janti mengatakan, harga bawang merah mulai mengalami penurunan, sementara harga bawang putih belum menunjukkan perubahan yang signifikan.
“Ini bawang merah turun, bawang putih masih naik. Ya turunnya memang tipis, tapi sudah lumayan dibandingkan beberapa waktu yang lalu apalagi menjelang lebaran Idul Adha. Kemarin harga bawang tembus di atas Rp50.000 per kilogram,” ujar Janti.
Berdasarkan pantauan di Pasar Legi Solo, bawang merah dijual seharga Rp28.000 per kilogram untuk pembelian minimal 5 kilogram. Harga tersebut turun Rp2.000 dibandingkan sebelumnya yang berada di angka Rp30.000 per kilogram. Sementara itu, bawang putih dipasarkan seharga Rp35.000 per kilogram untuk pembelian minimal 5 kilogram dan masih bertahan pada kisaran harga yang lebih tinggi.
Di sisi lain, salah seorang pembeli, Pariman (48) mengaku memanfaatkan harga grosir di Pasar Legi untuk membeli stok bawang yang kemudian dijual kembali di rumahnya.
“Saya beli bawang merah di sini Rp28.000 per kilogram, nanti saya jual lagi di rumah Rp40.000 per kilogram. Kalau bawang putih saya beli Rp35.000 ribu per kilogram, nanti saya jual lagi Rp45.000 per kilogram,” kata Pariman.
Menurutnya, Pasar Legi Solo masih menjadi pilihan utama bagi pedagang eceran sepertinya, karena menawarkan harga yang lebih kompetitif. Selisih harga tersebut masih memberikan keuntungan saat bawang dijual kembali kepada konsumen di tingkat rumah tangga.
Aktivitas perdagangan di Pasar Legi Solo pada Kamis sore terpantau ramai. Meski harga bawang merah mulai turun dan bawang putih masih bertahan tinggi, transaksi jual beli tetap berjalan lancar. Para pedagang berharap pasokan dari daerah sentra produksi terus terjaga sehingga harga kebutuhan pokok tetap stabil dan daya beli masyarakat tidak terganggu.
(Penulis: Dian, Intan, dan Rieke.)
