Lapak pedagang cabai di Pasar Gede Solo. (Foto: Dok. solotrust.com/Muhammad Alif dan tim)
SOLO, solotrust.com - Harga cabai di sejumlah pasar tradisional terpantau mengalami kenaikan cukup signifikan. Sebagaimana di Pasar Gede Solo, harga komoditas ini kian melambung tinggi.
Menurut seorang pedagang cabai di Pasar Gede, Mul, lonjakan harga terjadi akibat cuaca. Musim hujan belakangan ini telah mengganggu proses panen.
Alhasil, harga cabai semula Rp30 ribu hingga Rp40 ribu per kilogram, kini menjadi Rp100 ribu per kilogram untuk rawit merah, Rp60 ribu per kilogram untuk cabai merah besar, dan Rp60 ribu per kilogram untuk cabai rawit hijau.
Dia mengaku jika daya beli masyarakat juga berkurang semenjak kenaikan harga cabai. Konsumen semula membeli cabai sebanyak satu kilogram berkurang menjadi 1/4 kilogram.
"Ya, kami sebagai pedagang ikut saja dengan harga pasar kalau harga rendah, sedangkan cabai dari petani banyak yang busuk karena hujan. Kan juga kasihan jika harganya nggak naik," kata Mul, saat dijumpai solotrust.com, Senin (13/01/2025).
Pedagang mengaku pasrah dengan lonjakan harga cabai yang selalu terjadi setiap tahun. Mereka menyadari hasil panen petani berkurang akibat terkendala cuaca hujan yang masih terjadi. Di lain sisi, seorang konsumen cabai, Rohmah mengeluh dengan kenaikan harga cabai belakangan ini.
"Sekarang harga cabai mahal, biasanya saya beli satu kilo Rp35 ribu, sekarang harganya naik," ungkap dia.
Rohmah menyiasati kondisi ini dengan memasak makanan minim penggunaan cabai. Ia berharap kondisi lonjakan harga cabai dapat segera menurun sehingga konsumen dapat menikmati tanpa risau pengeluaran harian membengkak.
*) Reporter: Ghaitsa Ova/Fathan Prabaswara/Ahmad Zaqi/Muhammad Alif
