Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali menyiapkan rangkaian kegiatan meriah dalam peringatan Hari Jadi ke-179 Kabupaten Boyolali 2026
BOYOLALI, solotrust.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali menyiapkan rangkaian kegiatan meriah dalam peringatan Hari Jadi ke-179 Kabupaten Boyolali 2026. Mengusung tema, Boyolali bersolek, Merawat Tradisi dan Memoles Potensi, perayaan tahun ini akan diwarnai berbagai agenda budaya, seni, kuliner, olahraga, hingga kegiatan sosial, melibatkan masyarakat dari berbagai kalangan.
Peringatan hari jadi Boyolali tak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan, namun juga momentum memperkuat identitas daerah, sekaligus mengangkat berbagai potensi lokal yang menjadi kekuatan daerah. Ketua panitia hari jadi ke-179 Kabupaten Boyolali, Syawalludin, mengatakan tema yang diangkat memiliki makna mendalam mengenai arah pembangunan ke depan.
"Boyolali bersolek bukan hanya mempercantik kota, tetapi juga memperkuat kualitas sumber daya manusia dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat," ujar Syawalludin, Selasa (02/06/2026).
Menurutnya, tema itu mencerminkan semangat Boyolali untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas pembangunan. Sementara frasa Merawat Tradisi menjadi pengingat pentingnya menjaga nilai gotong royong, toleransi, kerukunan, dan kebersamaan yang selama ini menjadi ciri khas masyarakat Boyolali.
Adapun Memoles Potensi merupakan ajakan untuk mengoptimalkan sektor unggulan daerah, seperti peternakan, pertanian, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), ekonomi kreatif, dan pariwisata agar semakin berkembang dan mampu bersaing di masa depan.
Pada peringatan tahun ini, Pemkab Boyolali kembali melanjutkan gerakan ramah lingkungan yang telah mendapat perhatian publik di tahun sebelumnya. Bupati mengimbau instansi pemerintah, perusahaan, maupun lembaga yang ingin memberikan ucapan selamat hari jadi Boyolali untuk mengganti karangan bunga dengan bibit pohon.
Bibit terkumpul nantinya akan dimanfaatkan untuk program penghijauan di berbagai lokasi, termasuk bantaran sungai, kawasan jembatan, dan area yang membutuhkan tambahan ruang terbuka hijau.
"Kami berharap gerakan ini semakin memperkuat komitmen Boyolali terhadap pelestarian lingkungan hidup," kata Syawalludin.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Boyolali, Budi Prasetyaningsih, menjelaskan rangkaian acara akan diawali pada Kamis (4/6/2026) dengan kegiatan khataman di Pendopo Alit Rumah Dinas Bupati Boyolali.
Pada malam harinya digelar Kirab Obor dan Niti Tilas dari Rumah Dinas Bupati menuju Kali Gede, diikuti 22 camat se-Kabupaten Boyolali. Kegiatan itu menjadi simbol semangat persatuan dan pembangunan daerah. Selanjutnya pada Jumat (05/06/2026), akan dilaksanakan ziarah ke makam Ki Ageng Pandanaran, dilanjutkan pembukaan Merbabu Art Festival (Merbabu Art Fest) 2026.
Puncak perayaan dijadwalkan berlangsung Sabtu (13/06/2026) melalui Kirab Budaya dan Boyolali Night Carnival yang diperkirakan akan menarik ribuan pengunjung dari berbagai daerah. Salah satu agenda diprediksi menjadi favorit masyarakat adalah Festival Soto Nusantara di kawasan Patung Susu Murni Boyolali.
Festival itu akan menghadirkan beragam soto khas dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Soto Boyolali, Soto Sokaraja, Soto Lamongan, hingga berbagai varian soto lainnya. Sebanyak 500 porsi soto gratis akan dibagikan kepada masyarakat yang hadir dalam kegiatan.
Selain itu, rangkaian hari jadi ke-179 Boyolali juga akan diisi dengan berbagai kegiatan kesenian, hiburan rakyat, olahraga, donor darah, bakti sosial, panen raya, pembagian sembako, hingga pengajian akbar yang dijadwalkan berlangsung pada 26 Juni 2026. Agenda budaya paling dinantikan masyarakat adalah Merbabu Art Festival yang tahun ini memasuki penyelenggaraan keenam.
Penggagas kegiatan, Harmoko, menjelaskan tema diangkat adalah "Titi Jagat", bermakna ruang kesadaran untuk mengingatkan manusia agar selalu rendah hati dan menghormati warisan para pendahulu. Menariknya, pertunjukan tahun ini melibatkan pelajar SMP dan SMA dari berbagai wilayah di Kabupaten Boyolali yang telah menjalani proses latihan selama tiga bulan.
"Titi Jagat adalah ruang kesadaran. Kita diajak untuk menyelaraskan diri dan menghargai warisan para pendahulu," jelas Harmoko.
Pembina Merbabu Art Fest, Wawan, menambahkan seni dan budaya bukan sekadar hiburan, namun juga sarana membangun karakter dan menumbuhkan rasa cinta terhadap bangsa serta daerah.
"Dari keberagaman yang ada, kita harus memiliki satu visi yang sama, yaitu kecintaan terhadap negeri dan daerah yang kita cintai ini," katanya.
Wakil Ketua DPRD Boyolali, Nur Arifin, menegaskan peringatan hari jadi ke-179 Kabupaten Boyolali harus menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam membangun daerah. Menurutnya, Boyolali memiliki potensi besar baik dari sisi sumber daya alam maupun sumber daya manusia yang harus terus dikembangkan bersama.
"Potensi Boyolali sangat besar. Mari bersama-sama membangun Boyolali agar semakin maju, mandiri, dan sejahtera," ujarnya.
Melalui semangat 'Boyolali Bersolek, Merawat Tradisi dan Memoles Potensi', hari jadi ke-179 Kabupaten Boyolali diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat identitas daerah, sekaligus mendorong kemajuan di berbagai sektor pembangunan demi terwujudnya Boyolali semakin maju dan berdaya saing. (jaka)
