Menjelang masa panen raya tembakau, warga di Desa Klakah, Selo, Boyolali menggelar tradisi wiwit tembakau, Selasa (20/08/2024)
BOYOLALI, solotrust.com - Menjelang masa panen raya tembakau, warga di Desa Klakah, Selo, Boyolali menggelar tradisi wiwit tembakau dan pentas seni budaya tradisional, Selasa (20/08/2024).
Kegiatan wiwit tembakau sekaligus dilakukan sosialisasi gempur rokok ilegal dari Bea Cukai Surakarta bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali. Dalam sosialisasi, pihak Bea Cukai Surakarta meminta masyarakat tidak membeli rokok ilegal sebab akan merugikan negara.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Boyolali, Supana, mengatakan kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Hari Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) dan sosialisasi gempur rokok ilegal dari Bea Cukai Surakarta. Diharapkan panen raya tembakau tahun ini hasilnya melimpah sehingga dapat menambah kesejahteraan masyarakat di wilayah Desa Klakah, Kecamatan Selo.
"Semoga panen raya tembakau tahun ini melimpah sehingga nantinya dapat menyejahterakan masyarakat di Desa Klakah, Selo. Kegiatan sosialisasi gempur rokok ilegal ini kolaborasi antara Bea Cukai Surakarta dan Pemkab Boyolali, sekaligus acara Hari Kemerdekaan RI," katanya.
Tradisi wiwit tembakau perlu dilestarikan. Sebelum panen tembakau warga terlebih dahulu melakukan atau mengelar pentas seni.
Sementara itu, Kepala Desa Klakah, Marwoto mengutarakan, warga sebagian besar petani akan panen tembakau. Panen hanya berlangsung satu tahun sekali.
"Acara hari ini adalah ritual wiwit tembakau. Warga di desa kami mayoritas adalah petani dan saat ini akan mulai panen tembakau," kata dia.
Marwoto berharap, kegiatan wiwit tembakau tahun depan dapat kembali dilakukan di Desa Klakah. Kegiatan ini sudah menjadi rutinitas warga setiap tahun menjelang panen raya tembakau.
"Kami berharap Pemkab Boyolali, tahun depan acara seperti ini kembali digelar di Desa Klakah," pungkasnya. (jaka)
