Kanwil Kemenag Jateng menegaskan komitmennya untuk mengawal delapan program prioritas Kementerian Agama (Asta Protes) yang didorong menteri agama

​SEMARANG, solotrust.com - Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah (Kanwil Kemenag Jateng) menegaskan komitmennya untuk mengawal delapan program prioritas Kementerian Agama (Asta Protes) yang didorong menteri agama. Komitmen ini disampaikan dalam sebuah laporan, dihadiri lebih dari 2.100 peserta, menandai kepedulian Kemenag terhadap sesama di era kekinian yang banyak tantangan.

​Kepala Kanwil Kemenag Jawa Tengah. Saiful Mujab dalam laporannya menyoroti berbagai capaian, mulai dari penguatan kerukunan, konservasi lingkungan, hingga digitalisasi layanan keagamaan.

"​Dalam upaya peningkatan kerukunan dan cinta kemanusiaan, Kanwil Kemenag Jawa Tengah telah membentuk Forum Komunikasi Muda, melibatkan generasi muda dari pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). Selain itu, kegiatan dialog dan kemah lintas agama terus digalakkan, didukung dengan penerbitan buku-buku terkait pemahaman lintas agama di lingkungan madrasah. Upaya ini membuahkan hasil dengan enam kabupaten di Jawa Tengah menerima penghargaan terkait penguatan kerukunan (Harmon/Rukun),” paparnya.

​Di sektor ekologi, program ambisius penanaman Sejuta Pohon Matoa terus berjalan. Kemenag Jateng aktif mendorong penanaman mangrove di sepanjang pesisir, termasuk penanaman 1.500 pohon di Kebumen sebagai investasi jangka panjang untuk pelestarian lingkungan. ​

Inovasi Layanan Keagamaan Berdampak Luas

​Kanwil Kemenag Jateng juga meluncurkan berbagai program layanan keagamaan inovatif dan berdampak langsung pada masyarakat, seperti CCTV. KUA Tawakal, dan layanan sosial. Collaborative and Tolerant Center (CCTV) merupakan kolaborasi layanan mengedepankan toleransi.

Sementara ​KUA Tawakal, yakni Kantor Urusan Agama (KUA) bertransformasi menjadi pusat dialog dan konsultasi keagamaan yang melayani seluruh agama, tidak hanya pencatatan nikah (NR).

​Adapun layanan social terdapat program, seperti Berkaseh dari Kemenag Pekalongan, Buntelan Kentang untuk kelompok rentan, dan Bole Garwo (fasilitas taaruf) untuk memfasilitasi pernikahan.

​Percepatan Sertifikat Tanah Wakaf dan Kemandirian Ekonomi Umat

​Di bidang pengelolaan aset, percepatan sertifikasi tanah wakaf menjadi fokus utama. Tercatat hingga 2025, Jawa Tengah berhasil menyelesaikan 4.054 sertifikat tanah wakaf, menjadikan total sertifikat terbit mencapai 91.133 bidang tanah. Kanwil Kemenag terus berkoordinasi dengan ATR/BPN provinsi dan kabupaten/kota untuk menyelesaikan sisa 27.971 bidang tanah wakaf belum bersertifikat.

​Pengembangan kemandirian ekonomi umat didorong melalui kerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), fokus pada transformasi mustahik menjadi muzakki melalui pemberian modal. Berbagai inovasi program lokal lahir, seperti Mendoan (Mendukung Kehidupan Bertani), Gapura (Gerakan Penyuluh Agama Pendamping Ekonomi Rakyat) di Pati, dan Permadani Jimat (wakaf produktif berupa perkebunan) di Pemalang.

​Pendidikan Unggul dan Digitalisasi Layanan

​Bidang pendidikan madrasah menunjukkan kemajuan dengan siswa-siswi berprestasi di tingkat nasional maupun internasional dalam kompetisi robotik dan kewirausahaan. Sementara itu, dunia pesantren mencatat prestasi membanggakan setelah Jawa Tengah berhasil meraih juara pertama nasional dalam kompetisi pengembangan pondok pesantren, menjadikannya kemenangan kali ketiga.