Dedikasi Perawat Ahli Madya di Puskesmas Bulu, Kabupaten Sukoharjo, Eny Inhartati, Merawat ODGJ. (dok.nasution).
SUKOHARJO, solotrust.com — Dedikasi tanpa batas selama lebih dari dua dekade ditunjukkan oleh Eny Inhartati, S.Kep., Ns., seorang Perawat Ahli Madya di Puskesmas Bulu, Kabupaten Sukoharjo. Mengawali karir sejak tahun 2002 sebagai tenaga perawat honorer dengan upah minim, langkah Eny tidak pernah surut. Saat bertugas di unit Rawat Inap dan UGD, ia bahkan kerap berjaga sendirian tanpa pendamping ketika melakukan rujukan pasien di tengah malam, melintasi daerah perbukitan yang sunyi.
​Kegigihan tersebut berbuah manis saat dirinya diangkat menjadi CPNS pada 2006 dan resmi menyandang status PNS pada 2008. Selama 24 tahun mengabdi, Eny telah memegang berbagai peran strategis di Puskesmas Bulu, mulai dari programmer Promosi Kesehatan (Promkes), Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), Tim Pengelola Rumah Sehat Covid-19, Koordinator Mutu, hingga kini menjadi garda terdepan penanganan kesehatan jiwa di wilayahnya. Ia juga dipercaya memimpin Puskesmas Pembantu di Desa Sanggang dan kini di Desa Karangasem.
​Mengenal Inovasi 'MAS WALOYO': Memutus Rantai Pemasungan
​Sejak tahun 2019, Eny mengemban amanah sebagai Programmer Kesehatan Jiwa (Keswa). Tantangan yang dihadapinya tidak main-main—mulai dari kentalnya stigma negatif masyarakat terhadap Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), minimnya stok obat, hingga tiadanya anggaran rujukan dinas pada periode 2023–2024.
"saat itu kami tidakmenyerah pada keadaan, justru dengan keterbatasan itu melahirkan inovasi bertajuk "MAS WALOYO" (Bersama Masyarakat Kawal ODGJ Biar Tidak Suloyo)," ujarnya
​"Suloyo" dalam istilah lokal merujuk pada kondisi di mana pasien mengalami putus obat, kambuh, atau kondisinya terabaikan. Melalui gerakan ini, Eny secara persisten melakukan kunjungan dari rumah ke rumah (home visit), memantau kepatuhan konsumsi obat, hingga berhasil membebaskan sejumlah pasien dari praktik pemasungan berulang.
​Siaga 24 Jam dan Berdayakan Pasien Lewat Seni Caping
​Pelayanan Eny jauh melampaui sekadar rutinitas medis. Tak jarang, ia rela merogoh kocek pribadinya demi membantu mencukupi kebutuhan sehari-hari pasien dari keluarga kurang mampu.Dirinya juga bersiaga penuh selama 24 jam tanpa mengenal waktu.
"Di luar jam dinas maupun tengah malam, kami juga beberapa kali mengevakuasi pasien yang mengalami kondisi gaduh gelisah akut menuju RSJD dr. Arif Zainudin Surakarta maupun RSJD dr. RM Soedjarwadi Klaten," terang Eny.
​Sementara itu, salah satu perwakilan keluarga pasien ODGJ yang rutin didampingi Eny mengungkapkan rasa syukurnya yang mendalam.
​"Dulu kami bingung dan terpaksa merantai anak kami karena sering mengamuk, ditambah kami tidak punya kendaraan ke rumah sakit. Sejak ada Bu Eny yang rutin berkunjung, merawat, dan memastikan obatnya, anak kami sekarang sudah tenang, bisa diajak komunikasi, dan tidak kumat lagi. Kami sekeluarga sangat tertolong," ujarnya dengan penuh haru.
Camat Bulu, Widyanto menyampaikan sosok Eny Inhartati adalah teladan nyata dari seorang tenaga kesehatan dengan Pengabdian Tanpa Batas. Sinergi tangguh yang ia bangun bersama TNI, Polri, dan pemerintah desa membuktikan bahwa penanganan ODGJ membutuhkan kepedulian bersama.
"Kegigihan beliau memberikan inspirasi besar bagi pelayanan publik di wilayah Kabupaten Sukoharjo," pungkas Widyanto. (nas)
