Kondisi Terminal Pilangsari, Sragen, menjadi sorotan tajam dari berbagai kalangan, di antaranya Komisi III DPRD Sragen yang memantau langsung di lokasi terminal pada Selasa (22/09/2026)
SRAGEN, solotrust.com - Kondisi Terminal Pilangsari, Sragen, menjadi sorotan tajam dari berbagai kalangan, di antaranya Komisi III DPRD Sragen yang memantau langsung di lokasi terminal pada Selasa (22/09/2026).
Dalam kesempatan itu, Ketua Komisi III DPRD Sragen, Sugiyarto, mengungkapkan kondisi terminal saat ini terbilang cukup memrihatinkan. Saat malam hari penerangan di area terminal sangat minim sehingga menimbulkan kesan angker karena gelap. Kondisi tersebut membuat masyarakat, baik pengguna jasa transportasi, orang yang melintas, maupun memiliki usaha di terminal menjadi kurang nyaman.
"Kita minta pembenahan dapat segera terealisasi agar Terminal Pilangsari kembali hidup, aman, dan nyaman untuk aktivitas masyarakat. Kesannya kalau malam, tempat ini angker karena gelap, " jelasnya.
Sugiyarto menegaskan pentingnya pembenahan sarana dan prasarana (Sarpras) demi menunjang kenyamanan serta keamanan publik. Beberapa poin krusial mendesak untuk segera diperbaiki, di antaranya penerangan jalan, perbaikan landasan terminal, jalan melingkar, hingga pembenahan kios-kios yang ada di area terminal.
Mengingat pentingnya fasilitas ini, Komisi III DPRD Sragen mendorong pemerintah daerah maupun Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk mengalokasikan anggaran guna perbaikan dan fasilitasi sarpras di Terminal Pilangsari.
Sementara gelombang keluhan terkait kerusakan infrastruktur di Terminal Pilangsari, Sragen, akhirnya direspons jajaran Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Tengah.
Menurut Kepala Sub Seksi Angkutan BPTW Wilayah III Surakarta, Tatas Euxguwin, tim terkait dijadwalkan turun ke lokasi pada Rabu untuk melakukan identifikasi awal. Langkah ini dilakukan untuk mengukur sejauh mana kerusakan fisik bangunan maupun fasilitas pendukung di terminal tipe B tersebut.
"Rencana, Hari Rabu kami akan lakukan identifikasi untuk me-review kembali terkait berapa kerusakan yang ada di Terminal Pilangsari," ungkapnya.
Tatas Euxguwin menjelaskan, upaya perbaikan Terminal Pilangsari sebenarnya sudah masuk dalam skema usulan program 2025. Hanya saja, realisasinya tertahan lantaran adanya kebijakan efisiensi anggaran dan penyesuaian skala prioritas di tingkat provinsi.
Usulan disodorkan pun mencakup penanganan secara menyeluruh. Tak hanya perbaikan landasan terminal yang berlubang atau gelombang, namun juga penataan kios-kios pedagang di area Selatan.
"Kami hanya menyampaikan volumenya saja, seluruhnya, bukan landasan saja tetapi untuk kios-kios juga," jelasnya.
Mengenai besaran anggaran dibutuhkan untuk perbaikan total tahun ini, pihak Dishub belum bisa membeberkan angka pasti. Perhitungan detail baru bisa dipastikan setelah proses inventarisasi lapangan pada Rabu nanti selesai.
Di kawasan Solo Raya sendiri, keberadaan Terminal Pilangsari dan Terminal Kartasura menjadi perhatian khusus karena dimensinya tergolong luas dibanding terminal tipe B lainnya. Sejumlah terminal daerah tetangga seperti Sukoharjo dan Klaten justru telah mengantongi penanganan perbaikan landasan lebih dulu.
Setiap harinya, di Terminal Sragen ada puluhan armada memanfaatkan fasilitas terminal, mulai dari pagi hingga malam hari. (wah)
