Perjuangan Walisongo Indonesia Laskar Sabilillah Kabupaten Klaten menjaga warisan budaya Islam Nusantara yang berkembang melalui dakwah Wali Songo, Minggu (09/08/2026) malam
KLATEN, solotrust.com – Perjuangan Walisongo Indonesia Laskar Sabilillah Kabupaten Klaten kembali menggelar kegiatan rutin Umbul Dungo dan Manaqib Syekh Abdul Qodir Al-Jaelani, Minggu (09/08/2026) malam. Kegiatan ini digelar secara bergiliran di sejumlah kecamatan wilayah Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.
Umbul Dungo dan Manaqib Syekh Abdul Qodir Al-Jaelani menjadi bagian dari upaya melestarikan tradisi leluhur, sekaligus menjaga warisan budaya Islam Nusantara yang berkembang melalui dakwah Wali Songo.
Wakil Perjuangan Walisongo Indonesia Laskar Sabilillah Kabupaten Klaten, KRA Oki Cahyo Hadinegoro mengatakan, kegiatan Umbul Dungo digelar sebanyak delapan kali dengan lokasi berpindah-pindah di setiap kecamatan.
"Kami rutin mengadakan acara Umbul Dungo delapan kali keliling di setiap kecamatan di Kabupaten Klaten, sekaligus Manaqib Syekh Abdul Qodir Al-Jaelani sebagai bentuk pelestarian tradisi leluhur dan menjaga warisan Nusantara, khususnya Islam Nusantara yang dibawa Wali Songo," katanya.
Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk kembali mengenalkan sejarah bangsa dan nilai-nilai kearifan lokal yang belakangan dinilai mulai terkikis. Rangkaian kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya sebagai bentuk kecintaan terhadap Tanah Air.
Acara dilanjutkan dengan yel-yel atau mars Perjuangan Walisongo Indonesia Laskar Sabilillah. Setelah itu, peserta mengikuti zikir dan tahlil untuk mendoakan para pejuang bangsa, pahlawan, para wali, serta para pendiri bangsa.
"Kami mendoakan para pahlawan dan para pejuang bangsa sebagai bentuk cinta Tanah Air. Kegiatan ini juga menjadi forum untuk menyambut 17 Agustus sebagai Hari Kemerdekaan Republik Indonesia melalui refleksi kemerdekaan," bilang Oki Cahyo Hadinegoro.
Dalam kegiatan ini, peserta juga mendapatkan tausiah yang mengangkat nilai-nilai cinta Tanah Air dan kebangsaan dalam momentum bulan kemerdekaan. Momentum Agustus diharapkan dapat menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat untuk memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa.
Seluruh elemen masyarakat diajak untuk menjaga nilai-nilai kearifan lokal, seperti toleransi, gotong royong, dan tepa selira yang dinilai menjadi bagian penting dari budaya masyarakat Indonesia. Menurut Oki Cahyo Hadinegoro, kegiatan ini sekaligus menjadi upaya untuk merapatkan barisan bersama masyarakat dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Kegiatan Umbul Dungo dan Manaqib diikuti perwakilan pengurus dari sejumlah kecamatan di Kabupaten Klaten. Setiap kecamatan memiliki kepengurusan dan kaderisasi yang terus berjalan. Perjuangan Walisongo Indonesia Laskar Sabilillah Kabupaten Klaten saat ini memiliki sekira 500 anggota terdaftar.
"Kaderisasi di setiap kecamatan terus berjalan dan rekrutmen anggota juga masih dilakukan," pungkas Oki Cahyo Hadinegoro. (jaka)
