Ilustrasi (Foto: Pixabay/Sweetlouise)
Solotrust.com - Penentuan awal bulan Syawal 1447 Hijriah tahun ini mengacu pada hasil Musyawarah Nasional XXXII Tarjih Muhammadiyah yang menetapkan penggunaan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). Melansir laman muhammadiyah.or.id, Kamis, 12 Maret 2026, berdasarkan sistem kalender tersebut, 1 Syawal 1447 H diperkirakan jatuh pada Jumat Legi, 20 Maret 2026 M.
Berdasarkan data astronomi, kriteria tersebut telah terpenuhi untuk penentuan awal Syawal 1447 H. Peristiwa ijtimak tercatat terjadi pada Kamis Kliwon, 19 Maret 2026 pukul 01:23:28 UTC. Setelah konjungsi terjadi, posisi bulan terus menjauh dari matahari hingga mencapai parameter visibilitas yang disyaratkan.
Dengan terpenuhinya syarat elongasi minimal 8 derajat dan tinggi hilal minimal 5 derajat sebelum pukul 24.00 UTC di beberapa wilayah dunia, berdasarkan prinsip Kalender Hijriah Global Tunggal, awal bulan Syawal 1447 H ditetapkan jatuh pada Jumat Legi, 20 Maret 2026 M, dan berlaku secara serentak bagi seluruh dunia.
Sementara itu, Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU) juga telah merilis data perhitungan hilal untuk penentuan awal Syawal 1447 Hijriah atau Idulfitri 2026. Informasi ini disampaikan melalui rilis resmi mengenai posisi hilal pada 29 Ramadan 1447 H, bertepatan dengan Kamis Kliwon, 19 Maret 2026.
Melansr NU Online, Sabtu 14 Maret 2026, berdasarkan data falakiyah, posisi hilal pada tanggal tersebut memang sudah berada di atas ufuk. Namun demikian, ketinggiannya dinilai belum memenuhi kriteria imkanur rukyah atau syarat minimal visibilitas hilal untuk penentuan awal bulan Hijriah.
Selain LF PBNU, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) juga merilis prakiraan posisi hilal untuk awal Syawal 1447 H. BMKG mencatat bahwa konjungsi terjadi pada Kamis, 19 Maret 2026 pukul 01.23.23 UTC atau 08.23.23 WIB.
BMKG juga mencatat umur bulan saat matahari terbenam berada pada kisaran 7,41 jam di Waris hingga 10,44 jam di Banda Aceh. Adapun lama hilal di atas ufuk diperkirakan antara 5,6 menit di Merauke hingga 15,66 menit di Sabang.
Melihat data tersebut, peluang besar menunjukkan Ramadan 1447 H kemungkinan akan digenapkan menjadi 30 hari (istikmal) karena kriteria imkanur rukyah belum terpenuhi. Dengan demikian, Idulfitri 1 Syawal 1447 H diperkirakan jatuh pada Sabtu Pahing, 21 Maret 2026.
Meski begitu, penetapan resmi awal Syawal tetap menunggu hasil rukyatul hilal yang diumumkan LF PBNU serta keputusan sidang isbat pemerintah melalui Kementerian Agama dijadwalkan berlangsung pada Kamis malam, 19 Maret 2026.
